Pasca Hari Raya Idul fitri Tumpukan Sampah di Kota Bandung jadi Pusat Perhatian Karena Bau Menyengat

Bandung153 Dilihat

Bandung Kompa1.i.id

Kota Bandung kembali memasuki fase darurat sampah. Sejak beberapa pekan terakhir, tumpukan sampah terlihat menggunung di berbagai titik—mulai dari kawasan permukiman, pasar, hingga ruas-ruas jalan protokol. Kondisi ini membuat warga resah, bukan hanya karena bau menyengat yang mengganggu aktivitas, tetapi juga karena potensi gangguan kesehatan yang semakin mengintai.
Situasi memburuk setelah kapasitas pengolahan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti semakin terbatas. Lonjakan volume sampah harian tidak sebanding dengan kemampuan penanganan, sehingga distribusi sampah dari kota ke TPA tidak berjalan normal. Akibatnya, sampah menumpuk berhari-hari tanpa terangkut. Selasa (24/03/2026)

banner 336x280

Di tengah kepadatan penduduk dan aktivitas perkotaan yang tinggi, kondisi darurat sampah ini menjadi alarm keras bagi Kota Bandung. Warga mulai melakukan berbagai cara untuk mengurangi dampak, mulai dari membakar sampah secara mandiri—yang justru menimbulkan polusi udara—hingga membiarkan sampah menumpuk di sudut-sudut lingkungan.

Pemerintah Kota Bandung telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk mengurangi produksi sampah, memilah sejak dari rumah, dan memaksimalkan penggunaan bank sampah. Namun upaya tersebut belum mampu meredam penumpukan yang terlanjur meluas.”

Situasi ini menegaskan bahwa persoalan sampah di Bandung bukan lagi sekadar masalah teknis, tetapi darurat lingkungan yang membutuhkan solusi cepat, terukur, dan melibatkan semua lapisan masyarakat. Selama belum ada langkah konkret yang mampu menormalkan sistem pengangkutan dan pengolahan sampah, wajah Kota Bandung akan terus tertutup oleh gunungan sampah yang menjadi simbol kegentingan.

pewarta :
ilham PIKOLO
Kaperwil Jawa Barat
Kabiro Kota Bandung

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *