​Bandung Siaga Sampah: Pemkot Imbau Warga Olah Limbah Mandiri Selama Tiga Hari ke Depan

Bandung145 Dilihat

BANDUNG Kompas1.id
Minggu 22 maret 2026 . Menghadapi situasi krusial pengelolaan sampah di tengah suasana Idul Fitri, Pemerintah Kota Bandung mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh warga. Menyusul terhentinya pengangkutan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sari Mukti selama tiga hari ke depan.

Masyarakat diminta untuk melakukan pengelolaan sampah secara mandiri guna mencegah penumpukan yang tidak terkendali.
​Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap kondisi TPA Sari Mukti yang saat ini tidak dapat menerima pasokan sampah dari wilayah Kota Bandung. Dalam pernyataan resminya, perwakilan pemerintah menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan di wilayah masing-masing.
​Kolaborasi di Tingkat Kewilayahan Katanya”

banner 336x280

​”Pemerintah Kota Bandung tidak bekerja sendiri. Ribuan petugas telah dikerahkan ke lapangan untuk memastikan alur pengelolaan sampah tetap berjalan meski ada kendala di pembuangan akhir. Selain itu, warga diharapkan untuk bekerja sama dengan program GASLAH, serta berkoordinasi langsung dengan aparat di tingkat Kelurahan dan Kecamatan.
​”Kami memohon agar seluruh warga betul-betul mengelola sampah organik di wilayah masing-masing, bekerja sama dengan Lurah dan Camat agar tidak terjadi penumpukan luar biasa di TPS-TPS,” ujar perwakilan Pemkot dalam video imbauan tersebut.

Empat Pilar Partisipasi Warga
​Untuk menyikapi kondisi ini, pemerintah menitikberatkan pada empat langkah utama yang diharapkan dilakukan oleh setiap rumah tangga:
​Kurangi Produksi Sampah: Meminimalkan penggunaan bahan sekali pakai untuk sementara waktu.
​Pilah Sampah dari Rumah: Memisahkan antara sampah organik, anorganik, dan residu.
​Mengolah Sampah: Melakukan pengomposan atau pengolahan mandiri untuk sampah organik agar tidak membusuk di bak sampah.
​Kerja Sama Kolektif: Berkolaborasi dengan pemimpin lokal dan sesama warga untuk menangani persoalan sampah di lingkungan terdekat.”

​”Langkah darurat ini diambil demi menjaga kenyamanan dan kesehatan bersama selama libur Lebaran. 6Dengan semangat “Untuk Bandung, Rumah Kita Bersama,” masyarakat diajak untuk membuktikan bahwa krisis sampah dapat diatasi melalui gotong royong dan kesadaran lingkungan yang tinggi.
​Pihak pemerintah optimis bahwa dengan partisipasi aktif warga, masalah penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dapat diminimalisir hingga operasional ke TPA Sari Mukti kembali normal

Pewarta. Bob Hariawan

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *