MACET 32 KM HABISI UANG SAKU PEMUDIK, 17 ORANG BUTUH PENANGANAN MEDIS

Berita, Daerah355 Dilihat

KOMPAS1.id || Kemacetan ekstrem menyergap jalur Denpasar–Gilimanuk, bukan hanya menghabiskan tenaga pemudik tetapi juga menghancurkan anggaran perjalanan mereka. Uang saku yang disiapkan untuk mudik justru terkuras habis hanya untuk bertahan selama terjebak dalam antrean kendaraan yang mencapai 32 kilometer hingga masuk wilayah Kota Negara, Kabupaten Jembrana.

Banyak pemudik terpaksa menunggu lebih dari 14 jam hanya untuk mendekati Pelabuhan Gilimanuk. Selama waktu panjang itu, mereka tidak punya pilihan selain membeli makanan dan minuman di sepanjang jalur kemacetan dengan harga yang tak sedikit.

banner 336x280

Bogie (27), yang akan pulang ke Jember, menjadi salah satu korban. Uang yang dibawanya habis bersih akibat pembelian kebutuhan dasar saat antrean tak kunjung bergerak. Upaya menghindari kemacetan dengan mengambil jalur alternatif melalui Pupuan dan Buleleng juga sia-sia—ia tetap terperangkap di titik pertemuan arus kendaraan padat.

Tak hanya masalah finansial, kondisi ini juga menimbulkan risiko kesehatan. Sebanyak 17 pemudik harus mendapatkan penanganan medis akibat kelelahan ekstrem dan paparan panas matahari.

Saat ini, petugas kepolisian dan operator penyeberangan tengah melakukan upaya maksimal untuk mempercepat proses pemuatan kendaraan ke kapal guna mengurai antrean panjang di jalur mudik lintas Bali-Jawa.(Red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *