MACET 32 KM HABISI UANG SAKU PEMUDIK, 17 ORANG BUTUH PENANGANAN MEDIS

- Penulis

Senin, 16 Maret 2026 - 10:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.id || Kemacetan ekstrem menyergap jalur Denpasar–Gilimanuk, bukan hanya menghabiskan tenaga pemudik tetapi juga menghancurkan anggaran perjalanan mereka. Uang saku yang disiapkan untuk mudik justru terkuras habis hanya untuk bertahan selama terjebak dalam antrean kendaraan yang mencapai 32 kilometer hingga masuk wilayah Kota Negara, Kabupaten Jembrana.

Banyak pemudik terpaksa menunggu lebih dari 14 jam hanya untuk mendekati Pelabuhan Gilimanuk. Selama waktu panjang itu, mereka tidak punya pilihan selain membeli makanan dan minuman di sepanjang jalur kemacetan dengan harga yang tak sedikit.

Bogie (27), yang akan pulang ke Jember, menjadi salah satu korban. Uang yang dibawanya habis bersih akibat pembelian kebutuhan dasar saat antrean tak kunjung bergerak. Upaya menghindari kemacetan dengan mengambil jalur alternatif melalui Pupuan dan Buleleng juga sia-sia—ia tetap terperangkap di titik pertemuan arus kendaraan padat.

Tak hanya masalah finansial, kondisi ini juga menimbulkan risiko kesehatan. Sebanyak 17 pemudik harus mendapatkan penanganan medis akibat kelelahan ekstrem dan paparan panas matahari.

Saat ini, petugas kepolisian dan operator penyeberangan tengah melakukan upaya maksimal untuk mempercepat proses pemuatan kendaraan ke kapal guna mengurai antrean panjang di jalur mudik lintas Bali-Jawa.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Oknum LSM atau Wartawan Minta Uang Rp3 Juta, Masyarakat Desa Guradog Masih Menanti Kejelasan
‎Siang Berubah Kelam: Kebakaran Melanda Kawasan Rimo, Sejumlah Rumah Hangus Terbakar
Jembatan Perintis Garuda Hampir Rampung, Gotong Royong TNI dan Warga Wujudkan Akses yang Lama Dinantikan
*BUPATI KENDAL HADIRI KHAUL PANGERAN SAMBONG & MERTI DESA SAMBONGSARI DI HUTAN LINDUNG MAHONI*
‎Publik Desak Tim Pansus DPRK Aceh Singkil Transparan, Kunjungan ke Sejumlah PT Harus Berbuah Hasil
Penambalan Jalan Desa Sendiri Oleh Warga, Bantuan Desa Belum Tercapai
Di Mana Nurani Bertetangga? Jalan Ancol Timur XIII Menyempit, Pipa WC Malah Ditutup Pot Tanaman
Sorotan Warga: Ego Sektoral di Jalan Ancol Timur XIII, Fasilitas Publik Malah Jadi Tameng Limbah Domestik
Berita ini 134 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:44 WIB

Diduga Oknum LSM atau Wartawan Minta Uang Rp3 Juta, Masyarakat Desa Guradog Masih Menanti Kejelasan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:31 WIB

‎Siang Berubah Kelam: Kebakaran Melanda Kawasan Rimo, Sejumlah Rumah Hangus Terbakar

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:13 WIB

Jembatan Perintis Garuda Hampir Rampung, Gotong Royong TNI dan Warga Wujudkan Akses yang Lama Dinantikan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 10:11 WIB

*BUPATI KENDAL HADIRI KHAUL PANGERAN SAMBONG & MERTI DESA SAMBONGSARI DI HUTAN LINDUNG MAHONI*

Sabtu, 4 Juli 2026 - 05:28 WIB

‎Publik Desak Tim Pansus DPRK Aceh Singkil Transparan, Kunjungan ke Sejumlah PT Harus Berbuah Hasil

Berita Terbaru