Apresiasi Ketegasan DPRK di Bawah Amaliun, AMPAS Dorong Penggunaan Hak Angket

- Penulis

Minggu, 8 Maret 2026 - 14:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Singkil – KOMPAS1.id || Aliansi Muda Penggerak Aceh Singkil (AMPAS) mengapresiasi sikap tegas DPRK Aceh Singkil dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan daerah.

Di bawah kepemimpinan Ketua DPRK, H. Amaliun, lembaga legislatif dinilai mulai menunjukkan peran kontrol yang lebih aktif dan kritis.

Ketua AMPAS, Syahrul Manik, menilai DPRK Aceh Singkil saat ini memperlihatkan keberanian politik yang lebih kuat dalam mengawasi kebijakan eksekutif.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, langkah tersebut mencerminkan komitmen legislatif untuk benar-benar menjadi representasi kepentingan masyarakat.

“Pada prinsipnya ini bukan sekadar soal dukung-mendukung. Yang kita lihat secara objektif adalah DPRK Aceh Singkil mulai menjalankan fungsi pengawasan secara serius.

Di bawah kepemimpinan H. Amaliun, DPRK terlihat lebih berani dan tidak tunduk pada kekuasaan eksekutif sehingga mampu menjalankan amanah masyarakat secara lebih independen,” ujar Syahrul.

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah persoalan krusial yang menjadi perhatian publik dan membutuhkan pengawasan ketat dari DPRK.

Di antaranya terkait pengelolaan dana bantuan Presiden sebesar Rp4 miliar yang dinilai belum transparan, belum terealisasinya program pembangunan Sekolah Rakyat, serta keterlambatan penyerahan dokumen KUA-PPAS dan Rancangan APBK 2026 kepada DPRK.

Persoalan tersebut bahkan memuncak dalam rapat paripurna interpelasi yang digelar pada 2 Maret 2026 di Gedung DPRK Aceh Singkil.

Namun, AMPAS menilai jawaban pihak eksekutif dalam forum tersebut belum mampu menjelaskan substansi berbagai pertanyaan yang diajukan legislatif.

“Secara kasat mata, penjelasan yang disampaikan pihak eksekutif dalam rapat paripurna interpelasi belum menyentuh inti persoalan.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Dorong Sekolah di Jabar Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Dini

Banyak pertanyaan yang tidak dijelaskan secara rinci sehingga menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat,” kata Syahrul.

Menurutnya, sebagai pelaksana program pemerintahan, pihak eksekutif seharusnya mampu memberikan penjelasan yang rasional, terbuka, dan transparan kepada publik maupun DPRK.

Ketidakmampuan menjelaskan kebijakan dan penggunaan anggaran justru memunculkan tanda tanya besar terhadap tata kelola pemerintahan daerah.

“Program tersebut dijalankan oleh pemerintah daerah. Jika mereka tidak mampu menjelaskan secara jelas dan masuk akal, maka kepada siapa lagi masyarakat harus bertanya? Pemerintahan tidak boleh berjalan tanpa akuntabilitas,” tegasnya.

Lebih lanjut, AMPAS menilai fungsi pengawasan DPRK tidak seharusnya berhenti pada penggunaan hak interpelasi.

Organisasi tersebut mendorong DPRK Aceh Singkil untuk meningkatkan pengawasan melalui penggunaan hak angket.

Menurut Syahrul, hak angket diperlukan guna melakukan penyelidikan yang lebih mendalam, sistematis, dan transparan terhadap berbagai kebijakan maupun program pemerintah daerah yang dinilai masih menyisakan banyak pertanyaan.

“Jika dalam hak interpelasi jawaban yang diberikan belum menyentuh substansi persoalan, maka sudah sepatutnya DPRK mempertimbangkan penggunaan hak angket.

Langkah ini penting untuk memastikan tata kelola pemerintahan daerah berjalan secara transparan dan akuntabel,” ujarnya.

AMPAS juga mengajak masyarakat Aceh Singkil untuk terus mengawal proses demokrasi dan memastikan setiap kebijakan pemerintah daerah benar-benar berpihak pada kepentingan publik.

“Partisipasi masyarakat sangat penting agar jalannya pemerintahan tetap berada dalam koridor transparansi, akuntabilitas, dan kepentingan rakyat,” tutup Syahrul Manik.

 

Reporter: Sabri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gelar Patroli Presisi dan KRYD Ops Jaran Lodaya 2026 Antisipasi C3*
Menyikapi Gempa Bitung: Kesiapsiagaan Bukan Lagi Pilihan, Melainkan Kebutuhan
SUARA DARI PEDALAMAN: UNTUK APA MEMILIKI WAKIL RAKYAT JIKA RAKYAT MASIH TERTINGGAL?
*Polres Metro Bekasi Kota Ungkap Kasus Pengeroyokan di Mustika Jaya*
Gagalkan Aksi Curanmor di Kranji, Polres Metro Bekasi Kota Bekuk Dua Pelaku Pasca-Pesta Miras
Wali Kota Subulussalam Dampingi Menteri PUPR Tinjau Tanjakan Kedabuhan, Bahas Rekonstruksi Cegah Kecelakaan
**Wamentrans Viva Yoga Siap Jadi Panelis Debat Kandidat Caketum BM PAN**
📰 Bupati Bandung Lepas 500 Peserta Bapenda Bedas Run 5K, Gabungkan Olahraga dan Edukasi Pajak
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 00:45 WIB

Gelar Patroli Presisi dan KRYD Ops Jaran Lodaya 2026 Antisipasi C3*

Sabtu, 13 Juni 2026 - 23:24 WIB

Menyikapi Gempa Bitung: Kesiapsiagaan Bukan Lagi Pilihan, Melainkan Kebutuhan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:37 WIB

SUARA DARI PEDALAMAN: UNTUK APA MEMILIKI WAKIL RAKYAT JIKA RAKYAT MASIH TERTINGGAL?

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:25 WIB

*Polres Metro Bekasi Kota Ungkap Kasus Pengeroyokan di Mustika Jaya*

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:16 WIB

Gagalkan Aksi Curanmor di Kranji, Polres Metro Bekasi Kota Bekuk Dua Pelaku Pasca-Pesta Miras

Berita Terbaru