Lebak –Media-Kompas1.id
Aksi unik sekaligus menyentil terjadi pada Jumat, 13 Februari 2026, di Kp. Parung Lampung RT 01/RW 01, Desa Intan Jaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak. Sejumlah ibu-ibu bersama anak-anak kompak menanam pohon pisang dan padi di badan jalan poros desa yang rusak parah dan berlumpur.
Jalan poros Desa Intan Jaya yang menjadi akses penghubung lintas Desa Cikulur dan Gunung Anten itu kini berubah bak “sawah dadakan” saat musim hujan tiba. Genangan air dan lumpur tebal membuat kendaraan sulit melintas, bahkan pejalan kaki pun harus ekstra hati-hati agar tidak terpeleset.
Aksi tanam pisang tersebut menjadi simbol protes warga terhadap kondisi infrastruktur yang dinilai tak kunjung mendapat perhatian serius. Warga menilai jalan tersebut merupakan urat nadi aktivitas ekonomi dan pendidikan masyarakat setempat.
Pantauan di lokasi, anak-anak sekolah tampak berjalan perlahan melewati lumpur. Para pedagang sayur pun menjadi korban. Beberapa di antaranya dilaporkan terjatuh akibat licinnya jalan, sehingga dagangan rusak dan mengalami kerugian.
Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya menyampaikan kekecewaannya kepada awak media.
> “Pagi-pagi berangkat masih rapih, pulangnya malah kotor karena jalan becek dan berlumpur. Banyak tukang sayuran pada jatuh karena licinnya jalan ini. Katanya Lebak Ruhay, tapi kenyataannya jalan kok seperti ini. Kami minta segera diperbaiki,” ujarnya dengan nada kecewa.
Menurut warga, aksi tersebut bukan sekadar sensasi, melainkan bentuk jeritan masyarakat kecil yang setiap hari harus berjuang melintasi jalan berlumpur demi mencari nafkah dan menuntut ilmu.
Masyarakat mendesak Pemerintah Desa Intan Jaya agar lebih responsif dan segera mengambil langkah konkret, baik melalui perbaikan darurat maupun pengajuan anggaran ke tingkat kabupaten. Tak hanya itu, warga juga meminta Pemerintah Kabupaten Lebak turun langsung melihat kondisi riil di lapangan.
“Ini jalan poros desa, akses utama warga. Jangan sampai dibiarkan terus. Kami butuh tindakan nyata,” ujar warga lainnya.
Aksi tanam pisang di jalan rusak ini pun menuai perhatian dan berpotensi viral di media sosial. Warga berharap suara mereka didengar dan segera direspons dengan langkah nyata, agar jalan poros Desa Intan Jaya tidak lagi menjadi simbol ironi pembangunan di Kabupaten Lebak.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak desa maupun pemerintah kabupaten terkait tuntutan warga. Masyarakat berharap slogan pembangunan tidak hanya menjadi narasi, tetapi benar-benar hadir dalam bentuk perbaikan yang bisa dirasakan langsung.
(Reporter Aris Prastio)
















