Lebak- Banten-Media Kompas1.id
Pernyataan Wakli Gubernur Banten,Dimyati Natakusumah yang menyebut wartawan bodrek seperti pak ogah dalam acara peringatan Hari Pers Nasional (HPN) menuai Sorotan dan kekecewaan dari berbagai kalangan Insan Pers,,Rabu-11-02-2026
Ucapan tersebut dinilai tidak pantas momentum HPN yang seharusnya menjadi ajang penghormatan terhadap peran dan kontribusi pers dalam pembangunan bangsa,Hari pers Nasional merupakan momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan media sebagai pilar ke 4 Demokrasi,
Pers memiliki fungsi kontrol sosial penyampai informasi yang berimbang,serta pengawal kebijakan publik,oleh karena itu pernyataan yang terkesan merendahkan propesi wartawan di anggap mencederai semangat kebersamaan yang selama ini di bangun.
Sejumlah jurnalis menilai bahwa jika terdapat oknum yang tidak menjalankan tugas sesuai kode etik jurnalistik,maka seharusnya di sampaikan secara proporsional dan tidak di generalisasi, penyampaian keritik pun seharusnya tetap menjaga etika dan menghormati profesi wartawan secara keseluruhan.
Insan pers berharap adanya klarifikasi secara itikad baik untuk menjaga hubungan harmonis antara pemerintah daerah dan Media.Sinergi yang baik sangat di butuhkan demi terciptanya pembangunan yang transparan,akuntabel, dan berpihak kepada masyarakat.
Momentum HPN hendaknya menjadi refleksi bersama untuk saling menghormati dan menghargai peran masing-masing demi kemajuan dan kesejahteraan propinsi Banten yang lebih baik.
( Reporter Aris Prastio)













