Sanggar Banyu Bening terus tingkatkan diri dalam Uji Kompetensi dalam upaya Apresiasi Budaya dan Pembentukan Karakter generasi penerus bangsa.

Jogjakarta30 Dilihat

Sleman.DIY.Kompas1.id
Sanggar Banyu Bening mempersembahkan kegiatan Uji Kompetensi melalui pementasan bertema “Harmoni Karya Persembahan Cinta” pada Minggu, 18 Januari 2026. Bertempat di RM Shiva, Sardonoharjo, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi kemampuan anggota sanggar, tetapi juga ruang berbagi inspirasi dalam menampilkan keindahan dan keberagaman budaya Indonesia.

Kegiatan ini merupakan ungkapan rasa syukur atas kerja keras para pelatih bersama seluruh anggota Sanggar Banyu Bening yang didukung penuh oleh para pendamping dan orang tua. Pementasan tersebut dihadiri oleh Lurah Sardonoharjo Harjuno Wiwoho, SE, Ketua Sanggar Banyu Bening Sri Wahyuningsih, S.Ag., Elisabeth Panti selaku Koordinator Sanggar Banyu Bening, PLT Dukuh Tempursari Sardiyono, Ketua RW 27 Tempursari yang diwakili oleh Marta, sejumlah undangan, masyarakat Pedukuhan Tempursari, serta seluruh anggota sanggar beserta orang tua.

banner 336x280

Dalam sambutan pembuka, Harjuno Wiwoho mengungkapkan keprihatinannya terhadap semakin langkanya orang tua yang mengajarkan bahasa daerah, khususnya Bahasa Jawa, sebagai bahasa komunikasi sehari-hari. Kondisi tersebut, menurutnya, tanpa disadari menjadi salah satu pemicu menurunnya adab dan perilaku santun generasi muda. Oleh karena itu, ia menyampaikan dukungannya terhadap upaya yang dilakukan Sanggar Banyu Bening melalui pelatihan kelas menari yang dipadukan dengan pembelajaran Bahasa Jawa, khususnya unggah-ungguh, sebagai bagian dari pembentukan karakter anak.

Pernyataan tersebut dilengkapi oleh Ketua Sanggar Banyu Bening, Sri Wahyuningsih, S.Ag., yang menegaskan bahwa proses belajar harus dijalani secara bersama antara pelatih, anggota sanggar, serta orang tua sebagai pendamping. Ia menekankan bahwa sistem penilaian di Sanggar Banyu Bening memiliki tiga kriteria utama, yakni attitude yang mencakup akhlak dan adab, kedisiplinan, serta kepenarian yang meliputi aspek wiraga, wirama, dan wirasa.

Uji kompetensi ini dipandu oleh MC Ludtina Pangestu, S.Pd. dan Farid Nur Ramadani, S.Pd., yang keduanya merupakan pelatih tari di Sanggar Banyu Bening. Kegiatan uji kompetensi diselenggarakan secara periodik dengan materi uji pada kesempatan ini meliputi, Uji kompetensi yang digelar Sanggar Banyu Bening kali ini menampilkan delapan materi tari yang merepresentasikan proses pembelajaran anggota sanggar, meliputi Gerak dan Lagu _Siji, Loro, Telu_ karya Ludtina Pangestu Eka Nur Utami, S.Pd., Tari Gugur Gunung dari lagu ciptaan Ki Tjokro Warsito yang dikreasikan oleh Puputdhe, Tari Suka Parisuka karya Yulita Eka Winajeng, Tari Mari Kangen karya Sanggar Tari Kembang Sore, Tari Beksan Luhur Budaya karya Ludtina Pangestu Eka Nur Utami, S.Pd., Tari Mutiara Nusantara hasil kolaborasi Ludtina Pangestu Eka Nur Utami, S.Pd. dan Farid Nur Ramadani, S.Pd., Tari Kridha Wara Taruni, serta Tari Inspirasi Diri yang keduanya merupakan karya Diky Rahmaditya Bagaskara, S.Sn.

Tim juri dalam uji kompetensi ini terdiri atas Dina Dwi Utami, S.Pd. sebagai Ketua Dewan Juri yang memiliki kepakaran dalam bidang kostum tari, Nurul Wahidah Apriyanti, A.P., seniman tari sekaligus pemilik Sanggar Anuraga dan The Daiva Art, serta Rosalia Haryati, S.Pd., pelatih tari pertama di Sanggar Banyu Bening yang saat ini mengampu kelas Bahasa Jawa.

Berdasarkan hasil penilaian yang memadukan aspek attitude, kedisiplinan, dan kepenarian, terpilih lima Anggota Sanggar Terbaik, yaitu Shaqueeba Shanum Almahyra dari Kelompok Abimanyu 1, Afifa Nahda Ramanda dari Kelompok Abimanyu 2, Nayla Anggun Putri Purwantara dari Kelompok Utari, Cinta Novela Rohana Tsania Putri dari Kelompok Baladewa, serta Nuha Jihan Althafania dari Kelompok Srikandi.

Usai pengumuman, kegiatan dilanjutkan dengan sesi Persembahan Cinta, di mana para anggota sanggar terpilih diberikan kesempatan untuk menyampaikan ungkapan terima kasih kepada orang tua, khususnya ibu, atas kasih sayang, kesabaran, serta pendampingan yang terus diberikan selama proses belajar. Bagian ini dipilih sebagai upaya Sanggar Banyu Bening dalam menanamkan nilai cinta kasih kepada anak, dengan harapan sikap saling memaafkan dan membiasakan mengucapkan terima kasih dapat tertanam dan dibawa dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, Sanggar Banyu Bening menegaskan komitmennya untuk tidak hanya melestarikan seni dan budaya, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang beradab, disiplin, dan berakar pada nilai-nilai budaya Indonesia.

Salam Budaya🙏
Sumber ; Ainaya Nurfadila

@AndiSuka_04-2026

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *