Jembatan Rusak Di Tran Nelayan Disapu Banjir, Warga Inginkan Penanganan Serius Dari Pemerintah Daerah.

Aceh Singkli120 Dilihat

Aceh Singkil kompas1.id
Pasca bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Aceh, termasuk Kabupaten Aceh Singkil, pada 26 November 2025 yang lalu, sehingga merusak rumah warga dan berbagai fasilitas umum, menimbulkan duka mendalam dirasakan Masyarakat.

‎Atas bencana tersebut warga berharap agar Pemerintah fokus untuk memulihkan kembali duka warga.

‎Begitupula dengan warga Masyarakat Tran Nelayan menggantungkan harapan nya pada Pemerintah untuk membangun jembatan di Dusun Trans Nelayan yang hilang tergerus disapu derasnya air kiriman yang datang dari Kampung tetangga pada saat banjir melanda.

‎Keberadaan Dua unit jembatan di simpang empat Dusun Trans Nelayan Kampung Suka Damai Kecamatan Singkil itu hingga kini belum mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Aceh Singkil.

‎Diketahui jembatan tersebut merupakan akses utama warga, juga merupakan jembatan fital yang dilintasi untuk mengangkut hasil panen Tandan Buah Segar (TBS) milik masyarakat dan lintasan warga beraktifitas sehari-hari.

‎Kini warga harus melakukan perbaikan yang bersifat sementara dikarenakan luput dari perhatian Pemkab Aceh Singkil.

‎Hal ini terlihat tidak adanya pendataan pembangunan yang rusak pasca banjir.

‎Survei atau cek lokasi untuk pendataan Fasilitas yang rusak sangat dibutuhkan.

‎Sebab, data merupakan acuan dalam melaksanakan Pembangunan.

‎Salah serang warga setempat, Iskandar alias Abi menuturkan, agar Pemerintah jangan abay kepada Tran Nelayan.

‎”Pemda seharusnya tidak melupakan pendataan kerusakan fasilitas umum yang ada di Tran Nelayan.

‎Saya kawatir dengan tidak dilakukan pendataan kerusakan pasca banjir, sehingga Tran Nelayan terlupakan,”ujar Abi.

‎Ia menambahkan, Pembangunan di Tran Nelayan ini merupakan aset Pemerintah yang dulunya di bangun oleh Dinas Mobilitas Penduduk Provinsi Aceh.

‎”Saat ini satu persatu aset hilang disapu banjir.

‎Hal senada juga disampaikan warga lain.

‎Mursal, merupakan mantan Keuchik Suka Damai periode 2003-2008 menyampaikan kekecewaannya.

‎”Kami warga Suka Damai khusus Dusun Tran Nelayan, merasa Pemda abay terhadap infrastruktur yang rusak pasca banjir 26 November 2025 yang lalu.

‎Pasalnya, hingga hari ini tidak ada pendataan terkait kerusakan, seperti Jembatan, rumah penduduk, usaha warung(UKM), ternak, tani atau kebun dan ada juga kolam milik warga.

‎Ini semua kerugian masyarakat pasca banjir,”ucap Mursal.

‎Selanjutnya ia berharap agar Pemerintah serius untuk menyelesaikan kerugian di masyarakat,”tutur Mursal.

‎Reporter Sabri

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *