Puluhan Tahun Langgar Sempadan Sungai, PT Socfindo Diduga Biang Banjir Aceh Singkil

- Penulis

Jumat, 2 Januari 2026 - 12:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Singkil Kompas1.id
Banjir yang terus berulang di Aceh Singkil tidak bisa lagi ditutupi dengan alasan cuaca atau curah hujan tinggi. Ada persoalan lama yang sengaja dibiarkan, salah satunya dugaan pelanggaran sempadan sungai oleh PT Socfindo yang sudah berlangsung bertahun-tahun.

Forum Mahasiswa Peduli Kebijakan Aceh Singkil (FMPK-AS) menilai, rusaknya kawasan sempadan sungai akibat aktivitas perkebunan sawit telah menghilangkan fungsi alami sungai sebagai penyangga dan ruang luapan air.

Ketua FMPK-AS, M. Yunus, mengatakan bahwa sempadan sungai memiliki batas yang jelas dan tidak boleh disentuh oleh aktivitas usaha. Namun faktanya, kawasan tersebut justru ditanami sawit dan dibiarkan begitu saja tanpa penindakan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau sempadan sungai dilanggar puluhan tahun dan tak pernah ditertibkan, wajar kalau banjir terus datang. Ini bukan kejadian alam semata, tapi akibat ulah manusia yang dilindungi pembiaran,” kata Yunus.

Menurutnya, perubahan fungsi sempadan sungai menjadi kebun sawit telah menyebabkan alur sungai menyempit dan dangkal. Saat hujan turun, air tidak lagi tertahan dan langsung meluap ke permukiman warga.

“Yang rusak itu bukan cuma sungainya, tapi rasa keadilan. Perusahaan tetap beroperasi, sementara masyarakat setiap tahun dihantam banjir,” ujarnya.

Baca Juga:  Meningkatnya Deman Berdarah Di Aceh Singkil, Hingga Angkanya Sudah Mencapai Jumlah 130 Kasus.

FMPK-AS juga menyoroti lemahnya pengawasan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum. Pelanggaran yang sudah lama diketahui publik seolah tidak pernah dianggap serius.
“Kalau pelanggaran terang-terangan seperti ini saja tak ditindak, publik pantas bertanya: hukum ini sebenarnya berlaku untuk siapa?” lanjut Yunus.

FMPK-AS menilai bahwa terus menyalahkan faktor alam adalah cara paling mudah untuk menghindari tanggung jawab. Padahal, kerusakan lingkungan akibat aktivitas perusahaan sudah terlihat nyata di lapangan.

Atas kondisi tersebut, FMPK-AS mendesak pemerintah dan aparat terkait untuk segera:

Menertibkan aktivitas PT Socfindo di kawasan sempadan sungai;

Melakukan audit lingkungan secara terbuka dan independen;

Menegakkan hukum tanpa pandang bulu;

Mewajibkan pemulihan sempadan sungai sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan.

“Selama pelanggaran dilindungi dan kerusakan dibiarkan, banjir akan terus jadi langganan. Rakyat tidak boleh terus dikorbankan,” tutup Yunus.

FMPK-AS menegaskan akan terus mengawal persoalan ini melalui advokasi, aksi, dan tekanan publik hingga ada langkah nyata dari negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Merah Putih Serentak Berkibar Pemuda Desa Blok VI Baru Sulap Wajah Aceh Singkil Sambut HUT RI ke-81
Hadirnya Jembatan Dua Penghubung Bukti nyata Kepedulian Presiden Prabowo dan Pengabdian TNI untuk Rakyat
MUBES HIPMASIL Ke-X Sukses Digelar Amsyardin Maulana Putra dan Ali Kusuma Terpilih Secara Aklamasi Pimpin HIPMASIL Periode 2026–2028
Jumat Besok Hidayat Riadi Manik Bakal Dilantik Sebagai Anggota DPRK Aceh Singkil ‎
LMND Desak MPK Aceh Singkil Tinjau Ulang Syarat Beasiswa yang Larang Penerima KIP Kuliah
Sebanyak 17 Pelajar Dari Aceh Singkil Bertarung Di Ajang Olimpiade Olah Raga Siswa Nasional (02SN) Tingkat Provinsi Aceh
Jadwal Penerbangan Bandara Syekh Hamzah Fanshuri 02 Juli ‎Jadwal Penerbangan di Bandara Syekh Hamzah Fansuri
Ketua DPRK H. Amaliun Hadiri Peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Apresiasi Komitmen Polri Layani Masyarakat
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 11:55 WIB

Merah Putih Serentak Berkibar Pemuda Desa Blok VI Baru Sulap Wajah Aceh Singkil Sambut HUT RI ke-81

Minggu, 2 Agustus 2026 - 11:50 WIB

Hadirnya Jembatan Dua Penghubung Bukti nyata Kepedulian Presiden Prabowo dan Pengabdian TNI untuk Rakyat

Minggu, 2 Agustus 2026 - 11:45 WIB

MUBES HIPMASIL Ke-X Sukses Digelar Amsyardin Maulana Putra dan Ali Kusuma Terpilih Secara Aklamasi Pimpin HIPMASIL Periode 2026–2028

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:53 WIB

Jumat Besok Hidayat Riadi Manik Bakal Dilantik Sebagai Anggota DPRK Aceh Singkil ‎

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:55 WIB

LMND Desak MPK Aceh Singkil Tinjau Ulang Syarat Beasiswa yang Larang Penerima KIP Kuliah

Berita Terbaru