Orang Baik Dan Orang Bermanfaat* Oleh : Idat Mustari**

- Penulis

Kamis, 11 Desember 2025 - 05:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.id
Oleh : Idat Mustari**

Menjadi orang baik, tidak sulit. Sebab, diam saja tanpa berbuat apa-apa sudah termasuk kategori orang baik. Tidak pernah usil dengan urusan orang lain, tidak merugikan orang lain, shalat dilaksanakan, puasa dilakukan sudah cukup jadi orang baik. Jika jadi orang baik seperti itu, diamlah di pegunungan, di hutan tanpa ada orang lain,  maka pasti jadi orang baik.

Namun jadi orang bermanfaat tidaklah mudah. Memberi pertolongan kepada orang lain, memberi peluang kepada orang lain, mengajarkan ilmu kepada orang lain, pokoknya segala hal yang berakibat orang lain jadi lebih baik, yang belum tentu mendapat balasan dari orang yang ditolong, yang diberi peluang, yang diajarkan ilmu. Agar bisa melakukan itu semua butuh perjuangan, pengorbanan, kesabaran dan keihklasan. Itulah kenapa Rasulullah saw tidak  bersabda,” Sebaik baiknya manusia adalah yang paling baik diantara manusia,”  tetapi Rasul saw bersabda,”“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad). Yang kata Al Faqih Al Muhadisdits Az-Zahid Abu Al-Laits As-Samarqandi, dalam kitabnya“Tanbihul Ghofilin,’ syarat menjadi manusia utama adalah harus bermanfaat bagi yang lainnya.

Menjadi orang bermanfaat tak perlu menunggu kaya, tak harus bergelar sarjana. Kata alm Mbah Moen,” Jika engkau bukanlah seorang yang mengusai banyak ilmu agama, maka ajarkanlah alif ba’ ta’ kepada anak-anakmu, setidaknya itu menjadi amal jariyah untukmu.”

Orang baik belum tentu jadi orang bermanfaat, sebab menjadi orang bermanfaat dibutuhkan rasa empati. Jika orang lain lupa, maka diingatkannya, Jika orang lain tenggelam, dibantunya bangkit. Jika  orang lain berada di tepian jurang, segera ditariknya agar tidak sampai terjatuh. Jika punya ilmu, ilmunya membuat orang lain, yang tidak tahu jadi tahu. Yang tidak paham jadi paham. Yang sudah tahu, pun disadarkan kembali.

Menjadi orang bermanfaat butuh kerelaan hati dan pengorbanan, dan kesediaan memberi meskipun dengan segelas air putih, secangkir kopi, ataupun sebaris kalimat penggugah jiwa yang sedang rapuh. Meskipun orang baik belum tentu jadi orang bermanfaat, namun tak mungkin jadi orang bermanfaat jika tidak jadi orang baik.
_Wallahu’alam_

** Penulis Hanya Al Faqir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rumah Sakit Maranatha Grand Re-Opening Poliklinik Excekutive Komitmen Pelayanan Tanpa Diskriminasi untuk Seluruh Masyarakat
Sudut Tenang di Balik Cahaya Layar
Tubuh sebagai Kunci: Di Balik Janji Efisiensi Implan NFC dan Ancaman Privasi
PERSIB Bertahan di Bawah Tekanan, Bojan Hodak Soroti Titik
Dubai Mendadak Sunyi, Eksodus ‘Crazy Rich’ ke Bali Meningkat Pasca-Eskalasi Konflik
*Ali Syakieb: Pendidikan Berkualitas adalah Hak Semua Anak Indonesia*
Badai Plastik 2026: Ketika “Emas Transparan” Mengguncang Meja Makan hingga Manufaktur
*BPN Kabupaten Bandung Gelar Konsolidasi Bagian Roya, Perkuat Sinergi dengan Korsub Baru*
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 03:55 WIB

Rumah Sakit Maranatha Grand Re-Opening Poliklinik Excekutive Komitmen Pelayanan Tanpa Diskriminasi untuk Seluruh Masyarakat

Minggu, 19 April 2026 - 09:01 WIB

Sudut Tenang di Balik Cahaya Layar

Senin, 13 April 2026 - 03:05 WIB

Tubuh sebagai Kunci: Di Balik Janji Efisiensi Implan NFC dan Ancaman Privasi

Senin, 13 April 2026 - 02:04 WIB

PERSIB Bertahan di Bawah Tekanan, Bojan Hodak Soroti Titik

Sabtu, 4 April 2026 - 07:57 WIB

Dubai Mendadak Sunyi, Eksodus ‘Crazy Rich’ ke Bali Meningkat Pasca-Eskalasi Konflik

Berita Terbaru

Uncategorized

Seperti Binatang Bahkan Lebih Sesat

Kamis, 25 Jun 2026 - 02:04 WIB