Peringatan HDI 2025, Bupati Bandung Ajak Perkuat Aksi Nyata untuk Penyandang Disabilitas

- Penulis

Rabu, 10 Desember 2025 - 12:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kab Bandung, Kompas 1.id
Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan bahwa Pemkab Bandung memiliki kepedulian khusus terhadap kelompok rentan, termasuk para penyandang disabilitas atau difabel.

Kepedulian tersebut, lanjutnya, tercermin melalui lahirnya Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bandung Nomor 4 Tahun 2024 tentang pelaksanaan penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak disabilitas.

Hal tersebut disampaikan Bupati pada Peringatan Hari Disabilitas Internasional tingkat Kabupaten Bandung tahun 2025 di Gedung Moh Toha, Komplek Pemkab Bandung, Rabu (10/12/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bentuk keberpihakan Pemkab Bandung, terihat jelas dalam Perda Nomor 4 Tahun 2024 tentang pelaksanaan penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak disabilitas.

Perda ini menjadi landasan hukum dan moral bahwa setiap warga, tanpa terkecuali, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan layanan pendidikan, kesehatan, pekerjaan, dan kehidupan yang bermartabat.

Melalui kebijakan ini, Pemkab Bandung terus memperluas akses layanan ramah disabilitas di berbagai sektor, mendorong pembangunan inklusif, serta memberikan ruang seluas-luasnya bagi para penyandang disabilitas untuk menunjukkan potensi, bakat, dan karya terbaik mereka.

“Karena kita yakin, disabilitas bukan batasan. Dissabilitas adalah keberagaman yang harus dihormati dan diberi ruang. Tadi saya melihat langsung anak disabilitas bisa memainkan alat musik yang belum tentu bisa dimainkan orang biasa. Saya sangat terenyuh,” tuturnya.

Bupati menegaskan bahwa pihaknya ingin memastikan Kabupaten Bandung menjadi tempat yang nyaman bagi semua, di mana setiap orang dapat hidup, tumbuh, dan berkembang dengan setara.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak seluruh perangkat daerah, dunia usaha, lembaga pendidikan, serta seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat komitmen tersebut.

“Mari kita hadir bukan hanya dengan empati, tetapi juga dengan aksi yang nyata. Saya minta Dinsos terus mengawal program-program untuk penyandang disabilitas, bukan hanya kegiatan seremonial,” jelasnya.

Baca Juga:  Pemdes Tarajusari Banjaran Salurkan BPNT

Selain itu, Ia menyampaikan harapannya agar penyandang disabilitas memperoleh hak, penghormatan, dan akomodasi yang layak melalui kebijakan pemerintah maupun fasilitas publik yang ramah bagi penyandang disabilitas.

“Peringatan Hari Disabilitas Internasional ini menjadi langkah penting untuk memperluas kesadaran publik, memperkuat kolaborasi, serta membuka lebih banyak peluang bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kabupaten Bandung, Emma Dety Permanawaty menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak terutama Sentra Abiyoso Kemensos atas bantuan pemenuhan kebutuhan dasar, alat bantu disabilitas, bantuan kewirausahaan hingga kaki palsu bagi para penyandang disabilitas.

Menurutnya, K3S berkomitmen mendukung Pemkab Bandung untuk mewujudkan Kabupaten Bandung sebagai daerah yang inklusif dan ramah disabilitas. Dalam mewujudkan daerah ramah disabilitas, kata Emma, yang diperlukan bukan hanya regulasi dan fasilitas, tetapi juga perubahan sikap dan cara pandang.

“Kami juga ingin meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa setiap orang berhak mendapatkan kesempatan yang sama dalam kehidupan sosial. Kami berharap pemerintah dalam setiap pembangunan fisik maupun pelayanan publik harus memperhatikan aksesibilitas,” jelas Emma.

Emma menambahkan pihaknya berkomitmen untuk menghadirkan berbagai inovasi program seperti akses pendampingan, pelatihan keterampilan, peningkatan aksesibilitas, penyediaan fasilitas ramah disabilitas, hingga ruang aktualisasi diri bagi para penyandang disabilitas.

“Kemajuan daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur atau teknologinya saja, tetapi sejauh mana mampu merangkul seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Inklusivitas bukan lagi pilihan, tetapi keharusan bagi kita semua,” tutur Emma.

Dhany

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rumah Sakit Maranatha Grand Re-Opening Poliklinik Excekutive Komitmen Pelayanan Tanpa Diskriminasi untuk Seluruh Masyarakat
Sudut Tenang di Balik Cahaya Layar
Tubuh sebagai Kunci: Di Balik Janji Efisiensi Implan NFC dan Ancaman Privasi
PERSIB Bertahan di Bawah Tekanan, Bojan Hodak Soroti Titik
Dubai Mendadak Sunyi, Eksodus ‘Crazy Rich’ ke Bali Meningkat Pasca-Eskalasi Konflik
*Ali Syakieb: Pendidikan Berkualitas adalah Hak Semua Anak Indonesia*
Badai Plastik 2026: Ketika “Emas Transparan” Mengguncang Meja Makan hingga Manufaktur
*BPN Kabupaten Bandung Gelar Konsolidasi Bagian Roya, Perkuat Sinergi dengan Korsub Baru*
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 03:55 WIB

Rumah Sakit Maranatha Grand Re-Opening Poliklinik Excekutive Komitmen Pelayanan Tanpa Diskriminasi untuk Seluruh Masyarakat

Minggu, 19 April 2026 - 09:01 WIB

Sudut Tenang di Balik Cahaya Layar

Senin, 13 April 2026 - 03:05 WIB

Tubuh sebagai Kunci: Di Balik Janji Efisiensi Implan NFC dan Ancaman Privasi

Senin, 13 April 2026 - 02:04 WIB

PERSIB Bertahan di Bawah Tekanan, Bojan Hodak Soroti Titik

Sabtu, 4 April 2026 - 07:57 WIB

Dubai Mendadak Sunyi, Eksodus ‘Crazy Rich’ ke Bali Meningkat Pasca-Eskalasi Konflik

Berita Terbaru

Uncategorized

Seperti Binatang Bahkan Lebih Sesat

Kamis, 25 Jun 2026 - 02:04 WIB