Mantan Bupati Bandung Dadang M Naser, Mengunjungi Lokasi Longsor Kampung Condong Kecamatan Arjasari

- Penulis

Minggu, 7 Desember 2025 - 08:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAB BANDUNG KOMPAS1.ID
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bandung pada Jumat 5/12/2025 berimbas terjadinya longsor di Kampung Condong, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung.
Mantan Bupati Bandung, Dadang M Naser, menyebutkan bencana ini tidak hanya dipengaruhi kondisi cuaca, tetapi juga akibat ulah manusia yang abai menjaga lingkungan.

Dadang M Naser mengungkapkan pada puncak bukit sangat minimnya pepohonan besar di area lereng setinggi sekitar 80 meter menjadi faktor utama tanah mudah tergerus air. Ia mengatakan berdasarkan informasi yang diterimanya, lahan tersebut kerap digunakan untuk perkebunan.

“Iya, informasinya ada penanaman, semangat menanam, tapi harus diperhatikan juga kemiringan tanah. Di bawah 30 derajat masih boleh sayur-mayur, tapi kalau lebih dari itu sudah tidak ideal,” ujar Dadang, saat meninjau lokasi longsoran, Sabtu (6/12/2025

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut Ia menjelaskan, tanpa vegetasi yang kuat mengikat tanah, risiko erosi sangat besar terlebih saat curah hujan tinggi. Karena itu, ia meminta Pemkab Bandung untuk memperkuat program penghijauan di kawasan rawan bencana.

Baca Juga:  Jambore Literasi SD 2025 Mengasah Kreatifitas siswa di hadiri 6.000 peserta

“Penghijauan jangan berhenti. Pembabatan hutan, pembalakan kayu, sampai penanaman kentang di hutan-hutan yang curam itu harus dikendalikan,” ucapnya.

Ia pun menyarankan agar tanaman perkebunan diganti dengan komoditas berakar kuat seperti alpukat untuk menjaga kestabilan tanah.

Ia menekankan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat agar tidak semena-mena memanfaatkan kawasan hutan.

“Masyarakat harus sadar, jangan sembarang masuk ke lahan hutan, jangan buang sampah sembarangan. Bencana ini jelas akibat ulah manusia, baik di darat maupun di laut,” tegasnya.

Dengan sejumlah langkah pencegahan tersebut, ia berharap kejadian serupa dapat diminimalkan di masa mendatang. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting agar penanganan bencana berjalan efektif.

Andri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rumah Sakit Maranatha Grand Re-Opening Poliklinik Excekutive Komitmen Pelayanan Tanpa Diskriminasi untuk Seluruh Masyarakat
Sudut Tenang di Balik Cahaya Layar
Tubuh sebagai Kunci: Di Balik Janji Efisiensi Implan NFC dan Ancaman Privasi
PERSIB Bertahan di Bawah Tekanan, Bojan Hodak Soroti Titik
Dubai Mendadak Sunyi, Eksodus ‘Crazy Rich’ ke Bali Meningkat Pasca-Eskalasi Konflik
*Ali Syakieb: Pendidikan Berkualitas adalah Hak Semua Anak Indonesia*
Badai Plastik 2026: Ketika “Emas Transparan” Mengguncang Meja Makan hingga Manufaktur
*BPN Kabupaten Bandung Gelar Konsolidasi Bagian Roya, Perkuat Sinergi dengan Korsub Baru*
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 03:55 WIB

Rumah Sakit Maranatha Grand Re-Opening Poliklinik Excekutive Komitmen Pelayanan Tanpa Diskriminasi untuk Seluruh Masyarakat

Minggu, 19 April 2026 - 09:01 WIB

Sudut Tenang di Balik Cahaya Layar

Senin, 13 April 2026 - 03:05 WIB

Tubuh sebagai Kunci: Di Balik Janji Efisiensi Implan NFC dan Ancaman Privasi

Senin, 13 April 2026 - 02:04 WIB

PERSIB Bertahan di Bawah Tekanan, Bojan Hodak Soroti Titik

Sabtu, 4 April 2026 - 07:57 WIB

Dubai Mendadak Sunyi, Eksodus ‘Crazy Rich’ ke Bali Meningkat Pasca-Eskalasi Konflik

Berita Terbaru