Diduga Tanpa Papan Informasi, Proyek Draenase Saluran irigasi BBWS Di Desa Cikoneng Disorot Publik

- Penulis

Kamis, 4 Desember 2025 - 12:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kab.Bandung | Kompas1.id – Pembangunan Draenase saluran irigasi dari program Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) di kp Cikoneng RW 04 Desa Cikoneng, Kecamatan ciparay, Kabupaten Bandung, yang di kerjakan pihak ketiga mendapat sorotan tajam dari publik. Proyek irigasi yang seharusnya menjadi sarana peningkatan kesejahteraan petani itu kini dipertanyakan transparansi dan kualitas pengerjaannya.

‎Diduga Proyek Draenase saluran irigasi  yang tengah dikerjakan diketahui tidak dilengkapi papan informasi proyek. Kondisi tersebut menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat karena tidak diketahui nilai anggaran, sumber dana, maupun kontraktor pelaksana.

‎Warga sekitar menjadi pihak pertama yang melayangkan kritik. Mereka menilai pelaksanaan proyek terkesan tertutup dan tidak sesuai asas keterbukaan publik. Sejumlah petani penerima manfaat langsung juga mengaku khawatir terhadap kualitas bangunan.

‎Pantauan awak media Rabu 13 November 2025 di lapangan selain tidak terpasangnya papan informasi, pengerjaan proyek draenase tersebut memperlihatkan pekerja tidak menggali untuk pondasi tetapi hanya di tempel saja, itu kenyataan dilapangan dan menuai reaksi dari masyarakat setempat.

‎“Kalau cuma di tempel tidak digali itu kwalitasnya tidak akan tahan lama, karena itu akan gampang tergerus oleh air apalagi di musim penghujan air akan deras melewati saluran ini. Kami khawatir pondasi cepat jebol,” ujar seorang warga yang enggan disebut namanya kepada awak media.

‎Selain ketiadaan papan proyek yang melanggar ketentuan keterbukaan informasi publik, warga juga menyoroti kualitas pekerjaan yang dianggap lemah kwalitasnya tersebut dikhawatirkan tidak mampu menahan debit air tinggi saat musim hujan.

Kami tidak tahu siapa kontraktornya, berapa anggarannya, dari mana sumber dananya. Padahal itu hak masyarakat untuk tahu,” tegas salah satu warga.

‎Saat di komfirmasi awak media salah satu perwakilan pihak ketiga, Dede sebagai pelaksana lapangan menyampaikan dirinya pekerja sebagai pengawas lapangan dari pihak kantor/PT.

‎”saya hanya pekerja sebagai pengawas perwakilan dari kantor, dan saya tidak di satu lokasi keliling terus, masalah papan informasi nanti saya tanyakan ke kantor ya pa”,jawabnya.

‎Dengan jawaban salah satu perwakilan pihak ketiga seperti itu, sudah jelas dari pihak ketiga yang sebagai pelaksana pekerjaan tersebut sudah melanggar Undang undang nomer 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik, dan pemasangan papan informasi publik seharusnya dari mulai pelaksanaan sudah terpasang, ini sudah hampir seminggu pekerjaan di mulai belum terlihat adanya papan informasi.

‎Dalam hal ini Meskipun pihak pemerintah desa disebut turut mengawal proyek tersebut, masyarakat berharap ada pengawasan teknis lebih serius dari pihak BBWS maupun instansi terkait.

‎Menurut warga, proyek Draenase saluran irigasi ini vital bagi ketahanan pangan daerah, sehingga mutu pekerjaan tidak boleh asal-asalan.

‎Hingga berita ini diterbitkan, dari pihak ketiga sebagai pelaksana pekerjaan dan pihak BBWS belum memberikan keterangan resmi terkait spesifikasi teknis maupun pelaksanaan proyek di lapangan.**

Baca Juga:  BHABINKAMTIBMAS DAN BABINSA SAMBANG DI WILAYAH BINAAN CIGONHIL MARGAASIH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rumah Sakit Maranatha Grand Re-Opening Poliklinik Excekutive Komitmen Pelayanan Tanpa Diskriminasi untuk Seluruh Masyarakat
Sudut Tenang di Balik Cahaya Layar
Tubuh sebagai Kunci: Di Balik Janji Efisiensi Implan NFC dan Ancaman Privasi
PERSIB Bertahan di Bawah Tekanan, Bojan Hodak Soroti Titik
Dubai Mendadak Sunyi, Eksodus ‘Crazy Rich’ ke Bali Meningkat Pasca-Eskalasi Konflik
*Ali Syakieb: Pendidikan Berkualitas adalah Hak Semua Anak Indonesia*
Badai Plastik 2026: Ketika “Emas Transparan” Mengguncang Meja Makan hingga Manufaktur
*BPN Kabupaten Bandung Gelar Konsolidasi Bagian Roya, Perkuat Sinergi dengan Korsub Baru*
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 03:55 WIB

Rumah Sakit Maranatha Grand Re-Opening Poliklinik Excekutive Komitmen Pelayanan Tanpa Diskriminasi untuk Seluruh Masyarakat

Minggu, 19 April 2026 - 09:01 WIB

Sudut Tenang di Balik Cahaya Layar

Senin, 13 April 2026 - 03:05 WIB

Tubuh sebagai Kunci: Di Balik Janji Efisiensi Implan NFC dan Ancaman Privasi

Senin, 13 April 2026 - 02:04 WIB

PERSIB Bertahan di Bawah Tekanan, Bojan Hodak Soroti Titik

Sabtu, 4 April 2026 - 07:57 WIB

Dubai Mendadak Sunyi, Eksodus ‘Crazy Rich’ ke Bali Meningkat Pasca-Eskalasi Konflik

Berita Terbaru

Berita

Menembak Begal*

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:12 WIB