Pinjol dan Bank Emok Picu Perceraian, Kang DS Minta Peran Aktif Fatayat NU

- Penulis

Senin, 24 November 2025 - 10:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kab.Bandung | kompas1.id –
Angka perceraian di Kabupaten Bandung masih tergolong tinggi, yakni mencapai 6.000 pasangan pada tahun 2025. Kondisi ini mendorong Pemerintah Kabupaten Bandung meminta keterlibatan organisasi perempuan, khususnya Fatayat NU untuk memperkuat ketahanan keluarga dan mengedukasi perempuan agar terhindar dari masalah ekonomi, pinjaman bank emok, hingga jeratan pinjaman online yang kerap menjadi pemicu perceraian.

Bupati Bandung, Dadang Supriatna menegaskan bahwa sebagian besar kasus perceraian dipicu persoalan ekonomi dan masalah akhlak yang berkaitan dengan judi online, pinjaman bermasalah, serta konten-konten digital negatif yang melemahkan kehidupan rumah tangga.

“Sebanyak 6.000 pasangan suami istri di Kabupaten Bandung telah bercerai. Ini harus menjadi perhatian bersama, termasuk peran muslimah melalui kegiatan dakwah dan pembinaan,” ujar Kang DS, sapaan akrab Bupati Bandung, saat menghadiri Pelantikan Pimpinan Wilayah Fatayat NU Jawa Barat Masa Khidmat 2025–2030 di Gedung Budaya Soreang, Minggu (23/11/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, pada tahun 2021 jumlah perceraian sempat mencapai 10.000 pasangan, dan meski menurun, angkanya masih memerlukan penanganan serius. Oleh sebab itu, Kang DS berharap Fatayat NU dapat mengambil posisi strategis dalam mendorong kemandirian ekonomi perempuan agar tidak terjerat pinjol maupun bank emok yang terbukti menjadi dua faktor yang sering menjadi sumber konflik rumah tangga.

Baca Juga:  Pesantren Ciptakan Ulama Yang Sehat Pemimpin Yang Kuat dan Generasi Penerus Yang Tangguh

“Kita hadapi bersama bagaimana menguatkan perempuan muslimah agar lebih bijak dan terhindar dari pinjol atau bank emok. Banyak istri digugat cerai karena terbelit utang tanpa sepengetahuan suaminya. Tiba-tiba suaminya mendapat tagihan,” tegas Kang DS.

Selain itu, pemerintah daerah juga terus menjalankan program-program pemberdayaan ekonomi yang diharapkan berkontribusi pada stabilitas keluarga muslimah di Kabupaten Bandung.

Pada kesempatan tersebut, Kang DS juga menyampaikan selamat kepada jajaran PW Fatayat NU Jawa Barat yang baru dilantik, seraya berharap organisasi ini semakin berperan dalam membangun kualitas perempuan dan keluarga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rumah Sakit Maranatha Grand Re-Opening Poliklinik Excekutive Komitmen Pelayanan Tanpa Diskriminasi untuk Seluruh Masyarakat
Sudut Tenang di Balik Cahaya Layar
Tubuh sebagai Kunci: Di Balik Janji Efisiensi Implan NFC dan Ancaman Privasi
PERSIB Bertahan di Bawah Tekanan, Bojan Hodak Soroti Titik
Dubai Mendadak Sunyi, Eksodus ‘Crazy Rich’ ke Bali Meningkat Pasca-Eskalasi Konflik
*Ali Syakieb: Pendidikan Berkualitas adalah Hak Semua Anak Indonesia*
Badai Plastik 2026: Ketika “Emas Transparan” Mengguncang Meja Makan hingga Manufaktur
*BPN Kabupaten Bandung Gelar Konsolidasi Bagian Roya, Perkuat Sinergi dengan Korsub Baru*
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 03:55 WIB

Rumah Sakit Maranatha Grand Re-Opening Poliklinik Excekutive Komitmen Pelayanan Tanpa Diskriminasi untuk Seluruh Masyarakat

Minggu, 19 April 2026 - 09:01 WIB

Sudut Tenang di Balik Cahaya Layar

Senin, 13 April 2026 - 03:05 WIB

Tubuh sebagai Kunci: Di Balik Janji Efisiensi Implan NFC dan Ancaman Privasi

Senin, 13 April 2026 - 02:04 WIB

PERSIB Bertahan di Bawah Tekanan, Bojan Hodak Soroti Titik

Sabtu, 4 April 2026 - 07:57 WIB

Dubai Mendadak Sunyi, Eksodus ‘Crazy Rich’ ke Bali Meningkat Pasca-Eskalasi Konflik

Berita Terbaru

Uncategorized

DALDUKPPA Gelar AMPK untuk Tingkatkan Perlindungan Anak

Kamis, 25 Jun 2026 - 08:05 WIB