Praktik Baik Sekolah Air Hujan Banyu Bening perluas Konsep 5 M (Menampung, Mengolah, Meminum, Menabung, dan Mandiri) Dengan Teknologi ISLAH

- Penulis

Minggu, 23 November 2025 - 04:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yogyakarta Kompas1.id
Pasar Kolaboraya 2025 yang dilaksanakan di JNM block Yogyakarta merupakan festifal ide dan ruang transformatif, Yayasan Mutiara Banyu Langit melalui komunitas Banyu Bening yang merupakan Mitra dari Yayasan Kehati mengisi acara dalam lokakarya praktik baik konservasi lingkungan melalui yayasan Kehati dan Ananta Fund.

Dalam lapak lokakarya yang diisi oleh LMDH Banyu Urip Lestari, Bingkai Indonesia dan Komunitas Banyu Bening berbagi hal baik dengan pengunjung pasar Kolaboraya yang dilaksanakan hari Sabtu, 22 November 2025, di ikuti peserta dari Kupang, Bandung, Jakarta, dan berbagai wilayah di Indonesia.
Dalam paparan singkat Komunitas Banyu Bening dilakukan oleh Sapto Wahyu Sri Buwono, yang menjadi tantangan dalam mengelola dan memanfaatkan air hujan sebagai sumber air bersih di masyarakat adalah mengenai perubahan mindset yang selama ini bahwa air hujan kotor, bikin sakit dan penyebab Bencana.

Dalam sesi diskusi peserta sangat antusias ingin mengetahui lebih dalam informasi pemanfaatan air hujan, apakah memang dapat dikonsumsi dan dijadikan sumber air bersih saat ini dan kedepan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam rangkaian diskusi Wahyu menyampaikan bahwa di Komunitas Banyu Bening mempunyai konsep 5 M (meampung, mengolah, minum, menabung, dan Mandiri). Dimana dalam menampung, Wahyu menjelaskan teknologi ISLAH, sedangkan dalam konsep mengolah dengan memperkenalkan teknologi elektrolisa Air Hujan yang mana dalam hasil uji laboratorium, air hujan mempunyai hasil uji yang sangat baik dan jauh dari ambang batas yang di standardkan oleh Permenkes baik dari mikrobiologi maupun fisika dan kimia.

Baca Juga:  Edukasi Sistem Pemanenan dan Pemanfaatan Air Hujan Diperkenalkan kepada Siswa SMAN 2 Sleman

Wahyu juga memberikan metode Lumbung air hujan sebagai daya lenting masyarakat terhadap perubahan iklim yang terjadi, dengan lumbung air hujan diharapkan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pemenuhan ketersediaan air bersih sebagai konsumsi di musim kemarau hingga musim hujan lagi.

Sebagai penutup, bagaimana kemudian negara menjamin masyarakat yang tertuang dalam UUD pasal 33 ayat 3 yang belum maksimal di lakukan untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap air bersih. Dan kepedulian ini harus tercipta di individu masing-masing bahwa air hujan jika di kelola dengan benar sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur) menghasilkan kuantitas, kualitas yang di harapkan. Yang pada akhirnya bagaimana sudah waktunya untuk mengembalikan air tanah yang selama ini kita ambil dengan secara sengaja memasukkan air hujan ke tanah melalui Sumur resapan, galian-galian jika lahan luas dan tidak dalam kemiringan, jika tidak mempunyai lahan bisa dengan beopori. Jika punya sumur gali bisa dimasukkan langsung air hujan nya ke sumur untuk memperbaiki kualitas air menjadi lebih baik.
Sumber ; SAH BB

@AndiSuka2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Air Hujan Melimpah di Bulan Penuh Berkah, bersama “Pesantren Gerakan”
Sanggar Banyu Bening Konsisten Lestarikan Warisan Budaya
MAHASISWA KKN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA DORONG PEMANFAATAN AIR HUJAN DI PADUKUHAN SANGUREJO
Outing Class MI Ma’arif Bego Edukasi Air Hujan
Sanggar Banyu Bening terus tingkatkan diri dalam Uji Kompetensi dalam upaya Apresiasi Budaya dan Pembentukan Karakter generasi penerus bangsa.
Dialog Edukasi Air Hujan Dorong Praktik Desa dan Arah Kebijakan di Halmahera Timur
Edukasi Sistem Pemanenan dan Pemanfaatan Air Hujan Diperkenalkan kepada Siswa SMAN 2 Sleman
Sekolah Air Hujan Banyu Bening perkuat Metode ISLAH (Instalasi Sistem Lumbung Air Hujan) untuk kemandirian Air
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 08:51 WIB

Air Hujan Melimpah di Bulan Penuh Berkah, bersama “Pesantren Gerakan”

Kamis, 26 Februari 2026 - 14:01 WIB

Sanggar Banyu Bening Konsisten Lestarikan Warisan Budaya

Sabtu, 21 Februari 2026 - 07:40 WIB

MAHASISWA KKN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA DORONG PEMANFAATAN AIR HUJAN DI PADUKUHAN SANGUREJO

Jumat, 6 Februari 2026 - 06:01 WIB

Outing Class MI Ma’arif Bego Edukasi Air Hujan

Senin, 19 Januari 2026 - 23:48 WIB

Sanggar Banyu Bening terus tingkatkan diri dalam Uji Kompetensi dalam upaya Apresiasi Budaya dan Pembentukan Karakter generasi penerus bangsa.

Berita Terbaru

Berita

Menembak Begal*

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:12 WIB