*BENTENG YANG KOKOH TIDAK SELAMANYA JADI PENGHALANG PRODUKTIVITAS WARGA BINAAN LAPAS KELAS IIA GARUT*

- Penulis

Kamis, 17 September 2026 - 00:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GARUT KOMPAS 1.ID–
Komitmen Lapas Kelas IIA Garut dalam mendukung ketahanan pangan melalui pemberdayaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) kembali menghasilkan capaian nyata. Sebanyak tujuh Warga Binaan berhasil memanen 836 kilogram komoditas hortikultura, terdiri atas 750 kilogram bawang daun dan 86 kilogram kubis, dari lahan pertanian yang dikelola sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian.

Panen dilakukan di lahan seluas kurang lebih 1 hektare di Bumi Perkemahan Kitri Lembah Cikoneng, milik Pemerintah Daerah Kabupaten Garut. Pemanfaatan lahan tersebut menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan potensi pertanian sekaligus menghadirkan ruang pembelajaran kerja yang produktif bagi Warga Binaan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program ini mengintegrasikan dua tujuan sekaligus, yakni mendukung ketahanan pangan melalui kegiatan pertanian produktif serta membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi.

Warga Binaan dilibatkan secara langsung dalam seluruh tahapan budidaya, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan tanaman hingga proses panen. Seluruh kegiatan dilaksanakan dengan pendampingan dan pengawasan petugas serta tetap memperhatikan aspek keamanan dan ketertiban.

Pada panen kali ini, tujuh Warga Binaan didampingi oleh dua petugas Lapas Garut. Dari proses tersebut berhasil dipanen 750 kilogram bawang daun dan 86 kilogram kubis atau total 836 kilogram hasil hortikultura.

Hasil panen kemudian dipasarkan kepada pengepul di kawasan Pasar Ciawitali, Garut. Dengan demikian, kegiatan ketahanan pangan tidak berhenti pada proses produksi, tetapi berlanjut hingga hasil pertanian terserap pasar dan memiliki nilai ekonomi.

Kepala Lapas Kelas IIA Garut, Rusdedy, mengatakan bahwa program pertanian merupakan bagian dari upaya Lapas Garut mengembangkan pembinaan kemandirian yang produktif sekaligus berkontribusi terhadap ketahanan pangan.

“Ketahanan pangan kami jadikan sebagai ruang pembinaan yang nyata. Warga Binaan tidak hanya belajar menanam, tetapi mengikuti seluruh proses dari mengolah lahan, merawat tanaman, memanen, hingga melihat hasil kerjanya terserap pasar. Di sinilah pembinaan menghasilkan keterampilan sekaligus produktivitas,” ujar Rusdedy.

Menurutnya, keterlibatan Warga Binaan dalam sektor pangan memiliki nilai strategis karena keterampilan pertanian dapat menjadi salah satu bekal yang dapat dikembangkan setelah mereka kembali ke masyarakat.

Baca Juga:  Kawal Penyampaian Aspirasi Mahasiswa, Polres Majalengka Berikan Pelayanan Pengamanan Aksi Unjuk Rasa PC PMII

“Bagi kami, 836 kilogram yang dipanen hari ini bukan hanya angka produksi. Di dalamnya ada proses belajar, kedisiplinan, kerja keras, tanggung jawab, dan harapan. Kami ingin setiap lahan yang dikelola menjadi ruang produktif dan setiap Warga Binaan yang terlibat memperoleh keterampilan untuk membangun kemandirian setelah selesai menjalani masa pidana,” lanjut Rusdedy.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Garut, Asep Supriatna, menjelaskan bahwa program pertanian dirancang sebagai pembelajaran kerja berbasis praktik. Warga Binaan dibiasakan memahami bahwa menghasilkan komoditas pangan membutuhkan proses, ketekunan, kedisiplinan, serta kemampuan bekerja sama.

“Warga Binaan mengikuti prosesnya dari awal sampai panen. Mereka belajar bahwa menghasilkan pangan membutuhkan kerja yang konsisten. Ketika hasilnya kemudian dapat dipasarkan, mereka juga memahami bahwa keterampilan dan produktivitas memiliki nilai ekonomi,” ungkap Asep.

Pemanfaatan lahan pertanian di Bumi Perkemahan Kitri Lembah Cikoneng juga menjadi bentuk sinergi pemanfaatan potensi daerah untuk mendukung kegiatan yang produktif. Lahan yang tersedia tidak hanya menghasilkan komoditas pangan, tetapi juga menjadi laboratorium pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan.

Ke depan, Lapas Kelas IIA Garut terus mendorong optimalisasi sektor pertanian dan kegiatan produktif lainnya sebagai bagian dari kontribusi Pemasyarakatan terhadap ketahanan pangan yang produktif dan berkelanjutan.

Melalui pendekatan tersebut, program ketahanan pangan tidak semata-mata diukur dari banyaknya hasil yang dipanen, tetapi juga dari kemampuan program dalam menciptakan keterampilan, meningkatkan produktivitas, membangun etos kerja, serta membuka peluang kemandirian bagi Warga Binaan.

Dari lahan pembinaan, pangan dihasilkan. Dari proses kerja, keterampilan ditumbuhkan. Dan dari setiap hasil panen, Lapas Garut membangun kontribusi nyata bagi ketahanan pangan sekaligus menyiapkan Warga Binaan untuk kembali produktif di tengah masyarakat.

Humas Lapas Kelas llA Garut.
(Wa Ratno)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage
Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”
Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan
Perkuat Pembangunan Desa, Pemdes Tenjolaya Gandeng Unpas
Semarak HUT TNI ke-81, TNI-Polri dan Komunitas Bersatu Gelar Touring, Karya Bakti dan Bakti Sosial di Goa Seplawan
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia, Putra Bungsu Bung Karno dan Maestro Seni Indonesia Tutup Usia
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 12:38 WIB

Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an

Sabtu, 26 September 2026 - 11:21 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage

Sabtu, 26 September 2026 - 11:13 WIB

Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat

Sabtu, 26 September 2026 - 10:05 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”

Sabtu, 26 September 2026 - 08:41 WIB

Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan

Berita Terbaru