Kompas1.id KUALA PEMBUANG– Kalimantan Tengah, Menghadapi potensi peningkatan titik api di musim kemarau, Tim Satgas Penyuluhan Karhutla Mabes TNI terus memperkuat sinergitas dengan perangkat daerah. Salah satunya dengan melaksanakan kegiatan Penguatan Sinergitas dan Sosialisasi Pencegahan Karhutla bersama Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Seruyan,
Kegiatan berlangsung di Markas Dinas Damkar Kab. Seruyan dan dipimpin langsung oleh Kolonel Laut (S) Imam Mahdi didampingi Kolonel Laut (P) Ariyo Widi Sumanggono. Jajaran Dinas Damkar Kab. Seruyan menyambut baik kedatangan Tim Satgas Mabes TNI.
Dalam arahannya, Kolonel Imam Mahdi menyampaikan bahwa persoalan Karhutla pada tahun 2026 menjadi atensi khusus Pemerintah Pusat, termasuk Presiden Prabowo Subianto. Oleh karena itu, penanganan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Damkar, TNI, Polri, MPA, BPBD, dan masyarakat harus bergerak dalam satu komando, satu data, dan satu gerakan. Informasi titik api dari bawah harus cepat sampai ke atas, dan respon pemadaman dari atas juga harus cepat sampai ke bawah. Itu kunci kita,” tegas Kolonel Imam di hadapan personel Damkar.
Ia juga mengapresiasi peran Dinas Damkar Kab. Seruyan yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pemadaman kebakaran lahan dan permukiman. Menurutnya, kesiapan personel, armada, dan logistik Damkar sangat menentukan keberhasilan penanganan Karhutla di lapangan.
Sebagai bentuk dukungan nyata dan penyemangat kepada para petugas, Tim Satgas Mabes TNI menyerahkan bantuan berupa paket logistik kepada personel Dinas Damkar. Bantuan tersebut diterima langsung oleh perwakilan Damkar dan disaksikan seluruh personel yang hadir.
“Bantuan ini tidak seberapa nilainya, tapi ini bentuk kepedulian dan semangat dari Mabes TNI kepada saudara-saudara di Damkar yang setiap hari siaga. Semoga bisa membantu menambah tenaga saat bertugas di lapangan,” kata Kolonel Imam saat menyerahkan bantuan.
Selain penguatan koordinasi, Tim Satgas juga melakukan pengecekan kesiapan armada pemadam kebakaran. Dua unit mobil Damkar tampak disiagakan di halaman markas. Kolonel Imam menekankan pentingnya perawatan rutin dan kesiapsiagaan 24 jam armada tersebut.
Lebih lanjut, Kolonel Imam mendorong agar Dinas Damkar terus memperkuat komunikasi dengan Masyarakat Peduli Api / MPA di desa dan kelurahan. Grup WhatsApp tingkat RT/RW juga diminta dioptimalkan sebagai sarana deteksi dini.
“Kalau ada asap sedikit, langsung laporkan. Jangan tunggu besar. MPA di desa lapor ke Damkar, Damkar lapor ke BPBD dan TNI. Dengan begitu kita bisa padamkan sebelum jadi besar,” jelasnya.
Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama di depan armada Damkar. Kolonel Imam berharap sinergitas yang dibangun ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla secara terpadu.
Turut hadir mendampingi kegiatan para Perwira Tim Satgas Penyuluh Karhutla Mabes TNI.
(Noval).









