
BANDUNG, KOMPAS1.ID || Senin, 24 Agustus 2026 – Nama Santy Kurnia Dewi, S.Pd.,M.Pd., Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI Jawa Barat kembali menjadi sorotan. Di bawah kepemimpinannya, program Aset Lancar 8 – ASELAPAN berhasil diimplementasikan di 58 sekolah/satuan pendidikan periode Januari hingga Juni 2026.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen Cabdisdik XI dalam mewujudkan tata kelola administrasi pendidikan yang modern, transparan, dan akuntabel.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
ASELAPAN : SOLUSI PENATAUSAHAAN ASET YANG MUDAH DAN AKUNTABEL.
Program ASELAPAN dirancang untuk menciptakan sistem penatausahaan aset lancar dan persediaan barang yang lebih tertib, sistematis, ramah pengguna, serta mampu menghasilkan data dan laporan yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
Program ASELAPAN dilakukan untuk mewujudkan penatausahaan yang lebih tertib, sistematis, mudah digunakan, serta menghasilkan data dan laporan persediaan yang dapat dipertanggungjawabkan. ujar Santi Kurnia Dewi, Senin 24/8/2026.
Menurut Santi, kunci suksesnya bukan hanya sistem, tapi kepemimpinan. Ia menegaskan perannya aktif dalam memimpin, mengarahkan, mengelola, mengendalikan, hingga memastikan seluruh alur program berjalan.
”Tanpa kolaborasi, program sebagus apapun tidak akan jalan. Keberhasilan 58 sekolah ini adalah buah kerja keras Tim Teknis Cabdisdik XI bersama para Kepala Sekolah dan operator di lapangan,” tambahnya.
DAPAT APRESIASI, DINILAI WAJIB DITIRU WILAYAH LAIN.
Keberhasilan ini mendapat apresiasi dari kalangan pemerhati pendidikan.
H. Dadan Sobara, S.Kom., M.M., aktivis pendidikan Kabupaten Bandung menyebut ASELAPAN sebagai terobosan penting.
”Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ibu Santi Kurnia Dewi dan jajaran Cabdisdik XI. Program ASELAPAN ini bukti nyata bahwa digitalisasi penatausahaan aset itu bisa dan harus dilakukan. Data valid, laporan akuntabel, sekolah tidak bingung lagi soal barang persediaan,” ujar H. Dadan Sobara
Ia mendorong Pemprov Jabar agar segera menjadikan ASELAPAN sebagai program wajib.
”Jangan sampai hanya berhenti di 58 sekolah. Ini bagian dari tata kelola pemerintahan yang bersih dan melayani. Wajib ditiru wilayah lain,” tegasnya.
DORONG TRANSPARANSI DAN CEGAH KEBOCORAN ASET.
Dengan ASELAPAN, seluruh satuan pendidikan kini memiliki data aset real time. Hal ini diharapkan dapat meminimalisir kehilangan aset, mempermudah audit, dan memperkuat pertanggungjawaban keuangan negara di sektor pendidikan.
Langkah Cabdisdik XI di bawah Nakhodai Santi Kurnia Dewi ini diharapkan menjadi percontohan bagi 12 Cabang Dinas Pendidikan lainnya di Jawa Barat.
Penulis: Zul
Redaksi
Kompas1.Id











