KOMPAS1.id || Kabar duka menyelimuti keluarga dan orang-orang terdekat Angelina Lina Dewi. Sebuah ucapan Rest in Peace yang beredar menjadi penanda kepergian beliau, sebagaimana tercantum dalam kartu penghormatan dengan tahun kehidupan 1974–2026.
Angelina Lina Dewi dikenang melalui sebuah foto yang menampilkan sosoknya dengan senyum yang tenang.
Wajah tersebut kini menjadi kenangan berharga bagi keluarga maupun mereka yang pernah mengenal dan hadir dalam perjalanan hidupnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepergian seseorang tentu meninggalkan ruang kosong yang tidak mudah digantikan. Namun, setiap kenangan, kebaikan, perhatian, dan kebersamaan yang pernah terjalin akan tetap menjadi bagian yang hidup di dalam hati orang-orang yang ditinggalkan.
Pesan yang tertulis dalam kartu penghormatan tersebut mengingatkan bahwa kehidupan dan kematian berada dalam kehendak Tuhan.
Kutipan dari Roma 14:8 menjadi pesan penguatan bahwa manusia menjalani kehidupan untuk Tuhan dan pada akhirnya kembali kepada-Nya.
Di tengah suasana kehilangan, keluarga yang ditinggalkan tentu membutuhkan ketabahan dan kekuatan.
Tidak ada kata-kata yang benar-benar mampu menghapus kesedihan, tetapi doa dan dukungan dari orang-orang terdekat dapat menjadi penguat dalam melewati masa duka.
Kepergian Angelina Lina Dewi menjadi pengingat bahwa kehidupan manusia memiliki batas, sementara kenangan tentang seseorang dapat terus hidup melalui cerita dan kebaikan yang pernah ditinggalkannya.
Setiap momen kebersamaan menjadi sesuatu yang akan dikenang sepanjang waktu.
Selamat jalan, Angelina Lina Dewi. Semoga segala kenangan indah tentangmu senantiasa menjadi penghiburan bagi keluarga dan orang-orang yang menyayangimu.
Semoga diberikan tempat yang damai dan keluarga yang ditinggalkan memperoleh kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi kehilangan ini.














