Kompas1.id
Bandung, 26 Juni 2026 — “Sedekah yang paling tulus tidak diukur dari seberapa besar yang diberikan, melainkan dari seberapa besar ketulusan yang mengalir di dalamnya.” Kalimat ini menjadi semangat utama kegiatan sosial bertajuk Jumat Berkah yang digelar hari ini oleh Divisi Humas Lendeng Chapter Barat (Lendeng N D’Gank Pentagon).
Di tengah derasnya kesibukan dan hiruk-pikuk kehidupan modern, gerakan ini hadir sebagai pengingat akan hakikat menjadi manusia: menjadi jembatan manfaat bagi sesama. Tanpa perlu panggung megah atau sorotan yang berlebihan, kegiatan ini membuktikan bahwa kebaikan dapat menyentuh hati kapan saja dan di mana saja.
Makna Berbagi yang Tak Terukur
Bagi penyelenggara, tujuan berbagi bukanlah untuk memamerkan apa yang dimiliki, melainkan untuk mempererat tali persaudaraan. Sebungkus nasi, sepotong makanan, atau seteguk air yang disalurkan mungkin terlihat sederhana di mata dunia. Namun, bagi mereka yang sedang berjuang menyambung hidup, hal itu adalah jawaban atas doa-doa yang dipanjatkan — sebuah bantuan yang sangat berharga dan tak ternilai harganya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini bukan sekadar soal makanan, melainkan wujud kepedulian dan niat saling menopang. Sebaik-baik manusia adalah mereka yang memberi manfaat, sekecil apa pun kemampuannya,” ujar penyelenggara.
Lokasi Penyaluran Bantuan
Kegiatan dilaksanakan serentak di beberapa titik strategis yang menjadi pusat kegiatan warga, yaitu: Masjid Assalamah – Cigugur Tengah, Kota Cimahi
Masjid Baiturrahim Yayasan Al Adzhom – Kampung Babakan Garut, Mekarsari, Kabupaten Bandung Barat
Masjid Al Iksan RT 03/03 – Jayagiri, Lembang
Dari kawasan perkotaan hingga ke lereng pegunungan yang sejuk, setiap bingkisan yang diserahkan membawa pesan sederhana: kita tidak pernah berjuang sendirian dalam menjalani hidup.
Dampak Kebaikan
Kebaikan yang terlihat kecil, jika dilakukan secara ikhlas dan berkelanjutan, ibarat riak air di telaga yang perlahan menyebar semakin luas. Ia akan melahirkan gelombang keberkahan yang meneduhkan hati banyak orang. Hari ini, Tatar Pasundan menjadi saksi bahwa keindahan kemanusiaan paling nyata justru terwujud dari hal-hal yang paling bersahaja.
Bob Hariawan
Kabiro Kota Bandung














