KBB,Kompas1.id –
Kondisi kandang penggemukan sapi BUMDes Tunas Mandiri Desa Bojongsalam, Kecamatan Rongga, KBB. yang dibangun dari Dana Desa DD 2025 menjadi sorotan. Pantauan Kompas1.id, 2026, kandang beton berkapasitas belasan ekor sapi itu dalam kondisi kosong tanpa ternak. Sementara banner program ketahanan pangan DD 2025 dengan anggaran penyertaan modal Rp.245.468.000 masih terpampang di lokasi.
Program ketahanan pangan untuk BUMDes ini bersumber dari APBDes-DD Bojongsalam 2025 total Rp.1.227.337.000 dengan penyaluran Rp.1.019.612.200. Sesuai Inpres No.2/2024, 20% DD wajib untuk ketahanan pangan.
TANGGAPAN PENGURUS BUMDES UANG MASIH ADA, AKAN BELI SAPI LAGI.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat dikonfirmasi via WhatApp pesan suara awak media, Jawab Ketua Pengurus BUMDes Tunas Mandiri menyampaikan bahwa terkait kandang sapi kosong, program BUMDes sudah dikomunikasikan dengan Kepala Desa dan BPD.
“Uang masih ada Insyaallah beres bulan ini mau dibelikan lagi. Untuk konfirmasi lebih lanjut hubungi Pak Kades saja Pak,” ujar Ketua BUMDes kepada awak media.
TANGGAPAN SEKDES AKAN KLARIFIKASI KE BUMDES & KADES.
Awak media kemudian mendatangi Kantor Desa Bojongsalam.Selasa 23 Juni 2026.
Sekdes Bojongsalam saat awal konfirmasi mengaku tidak mengetahui adanya informasi kandang sapi BUMDes kosong di desanya.
“Saya sebagai Sekdes tidak tahu. Akan mengklarifikasi hal tersebut ke pihak BUMDes dan Pak Kades,” ungkap Sekdes. Namun Sekdes menambahkan, untuk sapi tersebut akan ada penggantian karena pengurus pernah bilang padanya.
TANGGAPAN RESMI PEMDES BOJONGSALAM VIA WHATSAPP MINTA KLARIFIKASI DULU.
Melalui surat tanggapan tertulis tertanggal 24 Juni 2026, Pemerintah Desa Bojongsalam menghormati hak konfirmasi dan hak jawab sesuai peraturan perundang-undangan.
Pemdes menegaskan isi konfirmasi media memuat dugaan yang belum didasarkan hasil pemeriksaan/audit instansi berwenang.
“Oleh karena itu, Pemerintah Desa Bojongsalam tidak dapat menerima maupun membenarkan dugaan tersebut sebagai suatu fakta,” tulis Pemdes.
Pemdes juga menyampaikan pengelolaan operasional BUMDes merupakan kewenangan Pengurus BUMDes. Saat ini Pemdes sedang meminta klarifikasi resmi dari Pengurus BUMDes Tunas Mandiri.
“Sampai diperolehnya penjelasan dan dokumen lengkap, Pemerintah Desa belum dapat memberikan kesimpulan,” lanjut surat tersebut.
Pemdes berpendapat kondisi kandang kosong tidak serta merta bisa menyimpulkan kehilangan aset/penjualan aset tanpa data dan hasil pemeriksaan sah. Untuk permintaan dokumen resmi, Pemdes minta ditempuh via mekanisme PPID Desa atau surat resmi.
“Kami berharap setiap informasi yang dipublikasikan tetap mengedepankan keberimbangan, akurasi, dan verifikasi utuh, sehingga tidak menimbulkan kesimpulan prematur,”_ tutup Pemdes Bojongsalam.
CATATAN REDAKSI KOMPAS1.ID.
Kompas1.id menghargai fungsi kontrol sosial. Hak jawab Pemdes dan BUMDes Bojongsalam sudah kami muat 100% tanpa pengurangan.
Hingga berita ini terbit, Kompas1.id masih menunggu dokumen pendukung: BA penyertaan modal Rp.245,468 Juta, bukti pembelian sapi 2025, laporan keuangan BUMDes, dan bukti rencana pembelian sapi pengganti bulan ini sesuai pernyataan pengurus.
“Kandang Kosong Boleh, Transparansi Jangan Kosong Pak Kades”.
Penulis: Tim Liputan KBB














