Kompas1.id
Yogyakarta, 24 Juni 2026 – Ancaman terhadap persatuan bangsa di era modern kini tidak lagi hanya terjadi di ruang fisik, tetapi telah bergeser dan meluas ke dunia maya. Untuk memperkuat semangat persatuan dan kesatuan, Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, KGPAA Paku Alam X, secara resmi mengukuhkan kepengurusan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) DIY periode 2026–2030. Pengukuhan berlangsung Selasa (23/06) di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.
Dalam sambutannya, Sri Paduka menegaskan bahwa Indonesia lahir bukan dari keseragaman, melainkan dari kesediaan seluruh elemen bangsa untuk hidup berdampingan dalam keberagaman. Persatuan tidak cukup hanya diucapkan, melainkan harus terus dipelihara melalui dialog, sikap saling menghormati, serta kesadaran melihat perbedaan sebagai kekuatan, bukan kelemahan.
“Tantangan pembauran kebangsaan saat ini tidak hanya hadir dalam perjumpaan fisik, tetapi juga sangat terasa di ruang digital,” ujar Sri Paduka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan, arus informasi yang bergerak sangat cepat memiliki dua sisi: dapat mempererat persaudaraan, namun juga berpotensi memicu prasangka dan perpecahan jika tidak disertai kejernihan berpikir dan sikap kritis. Oleh karena itu, kehadiran FPK menjadi sangat penting sebagai garda terdepan penjernih informasi, penjaga nalar kebangsaan, sekaligus jembatan komunikasi saat muncul perbedaan pandangan di tengah masyarakat.
Sri Paduka berharap FPK dapat menjadi simbol kebersamaan yang menjaga suasana tetap kondusif. “Jalankan amanah ini dengan semangat menghubungkan bukan memisahkan, merangkum bukan mempertentangkan, serta membangun ruang dialog yang menumbuhkan kepercayaan dan memperkuat persaudaraan antar sesama anak bangsa,” pesannya.
Melalui pengukuhan ini, diharapkan Yogyakarta tetap menjadi wilayah yang teduh, Indonesia tetap utuh, dan persatuan bangsa semakin kokoh menghadapi berbagai tantangan zaman.
MULYOKO














