Kompas1.id
Bandung – Sebanyak ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan organisasi kemahasiswaan di Jawa Barat menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, pada hari Senin (15/6/2026). Dalam aksinya, mereka secara tegas menuntut penghentian segala bentuk pemborosan dan penyalahgunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta anggaran daerah.
Dengan membawa spanduk dan orasi yang tegas, para mahasiswa menyampaikan keprihatinan mereka atas maraknya dugaan pemborosan anggaran yang dinilai tidak tepat sasaran dan merugikan keuangan negara. Mereka menegaskan bahwa setiap rupiah dari keuangan negara merupakan hak rakyat yang seharusnya dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan dihabiskan untuk hal-hal yang tidak mendesak atau hanya menguntungkan kelompok tertentu.
Perwakilan orator dalam aksi tersebut menyampaikan, “Kami datang ke sini bukan untuk membuat keributan, melainkan mengingatkan agar para penyelenggara negara bekerja dengan jujur dan bertanggung jawab. Pemborosan anggaran harus dihentikan segera. Dana negara harus dipakai untuk membangun infrastruktur, meningkatkan layanan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan rakyat secara luas.”
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain menuntut penghentian pemborosan, para mahasiswa juga meminta kepada DPRD Jawa Barat untuk menjalankan fungsi pengawasannya secara ketat. Mereka mendesak agar dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap setiap penggunaan anggaran, serta menindak tegas setiap oknum atau pihak yang terbukti melakukan penyimpangan atau pemborosan keuangan negara sesuai dengan hukum yang berlaku.
Sementara itu, petugas keamanan dari kepolisian dan Satpol PP telah disiagakan di sekitar lokasi untuk mengamankan jalannya aksi dan memastikan ketertiban. Petugas mengedepankan pendekatan persuasif dan mempersilakan massa menyampaikan aspirasinya selama tetap mematuhi aturan ketertiban umum.
Hingga berita ini diturunkan, pihak DPRD Jawa Barat telah menerima surat aspirasi dari para demonstran dan berjanji akan menindaklanjuti serta membahas tuntutan tersebut dalam forum rapat internal. Para mahasiswa menyatakan akan tetap memantau perkembangan lebih lanjut dan berharap ada tindak lanjut yang nyata, bukan sekadar janji semata. ***Red














