KOMPAS1.id || Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang asisten rumah tangga (ART) asal Indonesia di Malaysia memicu kemarahan publik setelah videonya viral di media sosial.
Menyusul ramainya sorotan masyarakat, Kepolisian Johor Bahru bergerak cepat dan mengamankan empat warga Malaysia yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.
Video yang beredar luas di Threads dan Facebook memperlihatkan seorang perempuan WNI yang bekerja sebagai ART tengah diinterogasi dan mengalami pemukulan secara bergantian oleh empat orang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Para terduga pelaku disebut terdiri dari dua pria dan dua wanita yang diduga merupakan majikan korban.
Dalam konferensi pers yang digelar Minggu (15/6), Kepolisian Johor mengonfirmasi bahwa empat orang yang diperiksa merupakan dua pasangan suami istri. Polisi saat ini masih mendalami motif di balik dugaan penganiayaan tersebut.
Pihak kepolisian mengungkapkan insiden itu sebenarnya terjadi pada Juli 2025. Namun, rekaman video baru tersebar dan menjadi viral dalam beberapa hari terakhir, sehingga memicu perhatian publik di Indonesia maupun Malaysia.
Tak hanya itu, penyelidikan juga mengarah pada dugaan adanya korban lain. Polisi menyebut terdapat indikasi dua ART asal Indonesia lainnya kemungkinan mengalami perlakuan serupa.
Sementara itu, berdasarkan informasi dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru, korban dalam video tersebut saat ini berada di tempat yang aman, yakni di kediaman rekannya.
KJRI juga telah berkoordinasi dan melaporkan kasus ini kepada aparat kepolisian Malaysia untuk memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan.
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia di luar negeri serta penegakan hukum terhadap segala bentuk kekerasan terhadap tenaga kerja.
Sumber: CNN Indonesia
Editor wep / Kompas1.id














