KOMPAS1.ID
MANADO, 14 JUNI 2026 – Pada Sabtu malam, 13 Juni 2026, warga di sejumlah wilayah Sulawesi Utara kembali dikejutkan oleh guncangan gempa tektonik yang terasa cukup kuat. Berdasarkan data yang tercatat, gempa berkekuatan Magnitudo 5,1 itu berpusat di wilayah perairan Bitung, dengan getaran yang terasa jelas hingga menjangkau Kota Manado.
Peristiwa ini sekali lagi mengingatkan akan kondisi geografis wilayah tersebut, yang terletak di jalur Cincin Api Pasifik — kawasan yang secara alami aktif dan dinamis secara tektonik. Meskipun untuk kejadian kali ini BMKG menyatakan gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami, guncangan tersebut tidak boleh dianggap sebagai peristiwa biasa yang hanya menjadi catatan semata.
Peringatan untuk Semua Pihak
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Gempa berkekuatan Magnitudo 5,1 ini adalah peringatan keras bagi pemerintah daerah maupun seluruh lapisan masyarakat. Meski berpusat di laut, guncangan semacam ini tetap memiliki risiko merusak infrastruktur di darat jika kesiapan dan upaya mitigasi bencana belum berjalan secara maksimal.
Melihat kondisi di lapangan, kesadaran masyarakat terkait jalur evakuasi serta penerapan standar bangunan tahan gempa di beberapa kawasan padat penduduk di Bitung dan Manado dinilai masih perlu diperbaiki secara menyeluruh. Mengandalkan keberuntungan agar gempa tidak menimbulkan korban atau kerusakan tidak lagi menjadi sikap yang bijak.
Langkah yang Perlu Dilakukan
Pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diminta segera bergerak cepat untuk melakukan pengecekan dan audit kelayakan seluruh infrastruktur pasca-guncangan. Selain itu, program edukasi serta simulasi penanganan bencana yang digelar hingga tingkat kelurahan dan sekolah harus benar-benar bermakna, bukan sekadar formalitas semata atau sekadar memenuhi anggaran kegiatan.
Reaksi cepat dan pemahaman warga pada detik-detik awal terjadinya guncangan merupakan faktor utama yang menentukan keselamatan jiwa dan harta benda.
Redaksi Menegaskan
Kesiapsiagaan menghadapi bencana alam di Sulawesi Utara bukan lagi hal yang bisa ditunda atau dianggap sebagai pilihan. Ketangguhan suatu daerah tidak hanya dinilai dari megahnya pembangunan fisik, tetapi lebih kepada seberapa siap sistem penanggulangan dan masyarakatnya bertahan ketika bencana datang.
Gempa di wilayah Bitung kemarin adalah teguran nyata yang harus dijawab dengan tindakan nyata dan perbaikan berkelanjutan, bukan hanya sikap pasrah.
Ditulis oleh: Bob Hariawan
Kabiro Kota Bandung














