Masyarakat Silat Hulu Kecewa: Janji Pembangunan Belum Nyata, Jembatan Terbengkalai Bertahun-Tahun

- Penulis

Jumat, 12 Juni 2026 - 05:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.ID
Silat Hulu, 12 Juni 2026 – Masyarakat Kecamatan Silat Hulu, khususnya warga Desa Landau Badai dan sekitarnya, menyampaikan kekecewaan mendalam terkait realisasi pembangunan di wilayah mereka. Selama ini, setiap kali terjadi pergantian pemimpin, mereka selalu mendengar janji tentang pemerataan pembangunan, perbaikan infrastruktur, dan peningkatan kesejahteraan. Namun hingga saat ini, banyak harapan tersebut belum terbukti menjadi kenyataan.

Warga menegaskan bahwa mereka tidak menuntut hal yang berlebihan, hanya ingin mendapatkan haknya sebagai warga negara berupa pembangunan yang layak dan merata. Yang kerap terlihat justru pergantian wajah pemimpin yang disertai janji politik serupa. Saat masa kampanye, masyarakat didatangi dan dijanjikan berbagai program, namun setelah pemimpin memangku jabatan, suara dan kebutuhan warga seolah terabaikan.

Salah satu bukti yang paling terasa adalah pembangunan jembatan beton yang direncanakan menghubungkan Dusun Nanga Pengga dengan Desa Landau Badai. Dahulu, proyek ini digadang-gadang sebagai solusi untuk membuka akses dan melancarkan aktivitas warga. Namun sampai sekarang, jembatan itu tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Bangunan beton tersebut justru terbengkalai, ditumbuhi lumut dan rumput liar, seolah terabaikan begitu saja.

Dengan anggaran yang tidak sedikit, proyek yang semestinya menjadi simbol kemajuan kini berubah menjadi pemandangan yang menyedihkan dan lambang ketidakpastian. Masyarakat pun mempertanyakan ke mana arah pembangunan tersebut, ke mana komitmen yang pernah disampaikan, dan mengapa proyek yang menggunakan uang rakyat dibiarkan tanpa kejelasan selama bertahun-tahun.

Mereka mengingatkan agar rakyat tidak hanya dijadikan alat untuk meraih kekuasaan atau tujuan kunjungan saat butuh dukungan suara. “Pembangunan isinya bukan diukur dari banyaknya papan nama atau besarnya anggaran, melainkan apakah hasilnya bisa digunakan dan dirasakan manfaatnya,” ujar warga.

Sampai saat ini, masyarakat masih menunggu kepastian. Mereka berharap janji yang pernah disampaikan benar-benar diwujudkan, bukan hanya sekadar wacana semata. “Rakyat mungkin diam, tapi tidak pernah lupa. Kami melihat dan akan menilai siapa yang benar-benar bekerja untuk kepentingan kami,” tegas mereka.

Reporter: didy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage
Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”
Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan
Perkuat Pembangunan Desa, Pemdes Tenjolaya Gandeng Unpas
Semarak HUT TNI ke-81, TNI-Polri dan Komunitas Bersatu Gelar Touring, Karya Bakti dan Bakti Sosial di Goa Seplawan
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia, Putra Bungsu Bung Karno dan Maestro Seni Indonesia Tutup Usia
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 12:38 WIB

Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an

Sabtu, 26 September 2026 - 11:21 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage

Sabtu, 26 September 2026 - 11:13 WIB

Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat

Sabtu, 26 September 2026 - 10:05 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”

Sabtu, 26 September 2026 - 08:41 WIB

Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan

Berita Terbaru