Martabat Pers Diukur dari Integritas, Bukan Sekadar Kartu Identitas

- Penulis

Kamis, 11 Juni 2026 - 00:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.ID || Di tengah derasnya arus informasi dan mudahnya seseorang mengklaim diri sebagai wartawan, masih ada anggapan bahwa martabat insan pers ditentukan oleh kepemilikan kartu tanda anggota (KTA). Pandangan seperti ini perlu diluruskan.

KTA memang dapat menjadi bukti administratif keanggotaan dalam sebuah organisasi, tetapi tidak pernah menjadi ukuran utama kualitas maupun profesionalisme seorang jurnalis.

Martabat pers lahir dari integritas, kompetensi, dan karya jurnalistik yang mampu memberikan manfaat bagi publik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seorang jurnalis sejati tidak dibentuk oleh atribut yang melekat di saku bajunya, melainkan oleh komitmennya dalam mencari, mengolah, dan menyampaikan fakta secara jujur.

Karya jurnalistik yang baik lahir dari proses verifikasi yang ketat, keberanian mengungkap kebenaran, serta kesetiaan pada prinsip-prinsip etika. Di situlah letak nilai seorang insan pers, bukan pada kartu yang dimilikinya.

KTA hanyalah simbol administratif. Ia tidak otomatis menjadikan seseorang profesional, sebagaimana seragam tidak otomatis menjadikan seseorang berintegritas. Sebaliknya, karya jurnalistik yang berkualitas akan menjadi bukti nyata kemampuan dan tanggung jawab seorang wartawan.

Publik menilai pers bukan dari kartu yang ditunjukkan, melainkan dari berita yang disajikan dan dampak yang ditimbulkannya.

Kepercayaan masyarakat merupakan modal terbesar dunia pers. Kepercayaan itu tidak lahir dari pengakuan organisasi semata, melainkan dari konsistensi menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga:  Polsek Malangbong Lakukan Penyelidikan dan Cek TKP Penemuan Mayat Pria di Sungai Cipedes

Ketika media atau jurnalis berulang kali menyajikan karya yang kredibel, publik akan memberikan legitimasi secara alami. Sebaliknya, tanpa kualitas dan integritas, atribut apa pun akan kehilangan makna.

Dalam praktiknya, tantangan jurnalisme semakin kompleks. Pers tidak hanya dituntut menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi penjaga akuntabilitas publik, pengawas kekuasaan, dan ruang bagi suara masyarakat yang kerap terpinggirkan.

Tugas besar ini membutuhkan keberanian moral dan tanggung jawab sosial yang jauh melampaui sekadar status keanggotaan dalam organisasi tertentu.

Karena itu, insan pers perlu memandang profesinya sebagai proses pembelajaran yang tidak pernah selesai. Kemampuan menulis harus terus diasah, wawasan harus terus diperluas, dan etika harus selalu dijaga.

Profesionalisme tidak dibangun dalam sehari melalui penerbitan kartu identitas, melainkan melalui perjalanan panjang yang dibuktikan lewat karya-karya yang konsisten dan berdampak.

Pada akhirnya, sejarah tidak mencatat seorang jurnalis karena KTA yang dimilikinya. Yang dikenang adalah tulisan yang membuka tabir kebenaran, laporan yang membela kepentingan publik, serta karya yang memberi perubahan bagi masyarakat. Kartu identitas dapat pudar, rusak, bahkan hilang seiring waktu.

Namun karya yang lahir dari kejujuran, keberanian, dan integritas akan tetap hidup, menjadi penanda sejati martabat pers yang sesungguhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gerebek Rumah di Sumberjaya, Satres Narkoba Polres Majalengka Ciduk Pengedar Obat Keras Jenis Tramadol
Sekdis dan Kadis Dispora Kabupaten Bandung Saling Arahkan Urusan Izin Tempat Lapangan Panahan
Pelayanan Publik Desa Cimara Disorot : Kantor Kosong Saat Jam Kerja, Kades Benarkan Warga Cimara Kecewa, Butuh Surat, Kantor Desa Tutup Karena Hajatan.
*Polsek Margaasih Gelar Patroli Presisi dan KRYD Antisipasi C3 dalam Ops Jaran Lodaya 2026*
LAMBATNYA PELAYANAN DISPORA KABUPATEN BANDUNG
MELAWAN HOAKS YANG MENYERANG INTEGRITAS
KPK Amankan Lima Pegawai BPK Terkait Dugaan Suap
Ari Ajirni dan Dimas Herdi Setiawan Resmi Pimpin Hima Teknik Elektro STTN Lampung Periode 2026/2027
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 04:12 WIB

Gerebek Rumah di Sumberjaya, Satres Narkoba Polres Majalengka Ciduk Pengedar Obat Keras Jenis Tramadol

Kamis, 11 Juni 2026 - 03:00 WIB

Sekdis dan Kadis Dispora Kabupaten Bandung Saling Arahkan Urusan Izin Tempat Lapangan Panahan

Kamis, 11 Juni 2026 - 02:47 WIB

Pelayanan Publik Desa Cimara Disorot : Kantor Kosong Saat Jam Kerja, Kades Benarkan Warga Cimara Kecewa, Butuh Surat, Kantor Desa Tutup Karena Hajatan.

Kamis, 11 Juni 2026 - 02:41 WIB

*Polsek Margaasih Gelar Patroli Presisi dan KRYD Antisipasi C3 dalam Ops Jaran Lodaya 2026*

Kamis, 11 Juni 2026 - 02:11 WIB

MELAWAN HOAKS YANG MENYERANG INTEGRITAS

Berita Terbaru