KOMPAS1.ID
Jakarta, 10 Juni 2026 – Dampak konflik geopolitik di Timur Tengah dan pelemahan nilai tukar Rupiah telah menjalar ke pasar tradisional di Indonesia, memicu kenaikan harga barang pokok dan membuat aktivitas perdagangan di Pasar Senen, Jakarta Pusat, menjadi sangat lesu.
Berdasarkan pantauan pada Selasa (9/6), suasana di Lantai 2 Blok 6 Pasar Senen terlihat sepi pembeli. Salah seorang pedagang sembako kawakan, Kito, mengaku omzet penjualannya menurun drastis sejak harga komoditas utama merangkak naik. Ia menyebut kenaikan terjadi secara berantai, mulai dari harga kemasan hingga bahan pangan itu sendiri, sehingga membuat daya beli masyarakat menyusut tajam dan menyisakan banyak stok yang belum terjual.
Secara rinci, harga beras jenis premium naik dari semula Rp15.500 per kilogram menjadi Rp16.000 per kilogram. Meskipun selisihnya terlihat kecil, kenaikan ini cukup membebani rumah tangga berpenghasilan pas-pasan maupun pelaku usaha kuliner skala kecil. Satu-satunya pilihan yang masih terjangkau adalah beras cadangan pemerintah yang disalurkan Perum Bulog dengan harga tetap sekitar Rp12.500 per kilogram, meski ketersediaan dan distribusinya terbatas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi ini dinilai membutuhkan perhatian serius. Ketergantungan pada beras subsidi bukan solusi jangka panjang. Pemerintah diminta segera mengambil langkah nyata dengan memperbaiki rantai pasok dalam negeri, mengintensifkan operasi pasar, serta menerapkan kebijakan yang dapat menekan dampak fluktuasi harga global. Jika dibiarkan, kenaikan harga beras dikhawatirkan memicu inflasi yang meluas dan memperparah tingkat kemiskinan di perkotaan.
(Bob Hariawan, Kabiro Kota Bandung)














