Gubernur Jabar Minta Masyarakat Bawa Bukti Nyata Jika Ada Dugaan Jual Beli Kursi di SPMB 2026

- Penulis

Selasa, 9 Juni 2026 - 23:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.ID
BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meminta masyarakat untuk tidak sekadar menyebarkan isu terkait dugaan praktik jual beli kursi dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026. Ia menegaskan, setiap laporan atau tuduhan harus disertai bukti yang jelas agar dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.

Pernyataan itu disampaikan langsung Dedi saat berada di Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat, Jalan Radjiman, Kota Bandung, Selasa (9/6/2026). Menurutnya, pemerintah tidak dapat mengambil langkah tegas hanya berdasarkan kabar yang beredar di media sosial atau percakapan di lingkungan masyarakat tanpa adanya data yang bisa diverifikasi kebenarannya.

Gubernur mengimbau jika warga benar-benar mengetahui atau menemukan indikasi kecurangan, termasuk praktik jual beli kursi, maka harus berani melaporkan secara terang dan rinci. Ia meminta pelapor menyebutkan secara spesifik lokasi kejadian serta pihak-pihak yang terlibat, baik itu oknum pendidik, pejabat, maupun pihak lain yang diduga bersalah.

“Di mana? Sebutkan saja. Jangan hanya jadi isu, jika tahu fakta, sebutkan. Siapa yang melakukan jual beli, tulis namanya, siapa gurunya, siapa pejabatnya, semuanya disebutkan. Langsung saja laporkan, nanti kami proses sesuai jalur hukum yang berlaku,” tegas Dedi.

Ia menambahkan, laporan yang disertai identitas pelapor serta bukti yang kuat akan menjadi dasar hukum bagi pemerintah untuk melakukan penyelidikan secara mendalam. Apabila hasil pemeriksaan nantinya membuktikan adanya pelanggaran, maka kasus tersebut akan segera ditindak tegas dan diteruskan ke jalur hukum sesuai ketentuan perundang-undangan.

Dedi juga berharap masyarakat tidak membiarkan dugaan tersebut berkembang menjadi rumor tak berdasar yang justru menimbulkan keresahan. Menurutnya, keberanian untuk melapor secara resmi jauh lebih bermanfaat dibandingkan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Langkah ini sekaligus menjadi bentuk pengawasan bersama demi menjaga integritas dan keadilan dalam proses penerimaan siswa baru.*** red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Bojong Menteng Lakukan Perawatan Jalan Inspeksi D.I. Proyek Rehabilitasi Jaringan Utama Cisangu Bawah
SERIBU PEMUDA KIBARKAN BENDERA 10×5 METER DI KAKI GUNUNG LALAKON DI BUKA OLEH CAMAT KUTAWARINGIN
Ketua DPR RI Puan Maharani: RUU Perampasan Aset Masih Terbuka Terima Masukan Masyarakat
HARI KEMERDEKAAN RI KE-81: SEMOGA BANGSA KITA SEMAKIN JAYA
Kebocoran Data Kampus dan Kebingungan Publik: Bukti Lemahnya Perlindungan Privasi
PIMPIN LANGSUNG PATROLI MALAM, KAPOLSEK MARGAASIH KOMPOL BONY YUNIAR.AA.,S.I.P.,MH.RAZIA KNALPOT BRONG
Pengukuhan Paskibraka Lampung 2026, Wagub Jihan Tekankan Pentingnya Integritas dan Kebersamaan
Hari Pramuka ke-65 di Lampung Utara: Ribuan Generasi Muda Teguhkan Semangat Pengabdian
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 04:48 WIB

Warga Bojong Menteng Lakukan Perawatan Jalan Inspeksi D.I. Proyek Rehabilitasi Jaringan Utama Cisangu Bawah

Minggu, 16 Agustus 2026 - 02:53 WIB

SERIBU PEMUDA KIBARKAN BENDERA 10×5 METER DI KAKI GUNUNG LALAKON DI BUKA OLEH CAMAT KUTAWARINGIN

Minggu, 16 Agustus 2026 - 02:03 WIB

Ketua DPR RI Puan Maharani: RUU Perampasan Aset Masih Terbuka Terima Masukan Masyarakat

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:39 WIB

Kebocoran Data Kampus dan Kebingungan Publik: Bukti Lemahnya Perlindungan Privasi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:39 WIB

PIMPIN LANGSUNG PATROLI MALAM, KAPOLSEK MARGAASIH KOMPOL BONY YUNIAR.AA.,S.I.P.,MH.RAZIA KNALPOT BRONG

Berita Terbaru