KOMPAS1.ID
Bandung, 7 Juni 2026 – Pemerintah Kota Bandung mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kemarau panjang yang diprediksi akan berlangsung hingga akhir tahun 2026. Fenomena El Nino yang terjadi disebut berpotensi mengganggu ketersediaan pasokan pangan, terutama dari daerah-daerah pemasok utama yang menjadi penopang kebutuhan warga Kota Bandung.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung menyampaikan bahwa berkurangnya curah hujan secara signifikan akan menurunkan hasil panen berbagai komoditas pertanian. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada jumlah produksi, tetapi juga memengaruhi kelancaran distribusi bahan pokok ke pasar-pasar di Kota Bandung. “Jika pasokan berkurang sementara kebutuhan masyarakat tetap tinggi, maka tidak menutup kemungkinan harga sejumlah komoditas akan mengalami kenaikan,” ungkap perwakilan DKPP Kota Bandung.
Berdasarkan analisis kondisi pertanian dan pola pasokan yang ada, terdapat sejumlah komoditas yang dinilai paling berisiko mengalami lonjakan harga jika kemarau panjang berlangsung sesuai perkiraan. Beras menempati posisi pertama, mengingat tanaman padi sangat bergantung pada ketersediaan air; penurunan hasil panen di daerah penghasil beras akan langsung memengaruhi stok dan harga di pasaran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain beras, komoditas sayuran seperti cabai, bawang merah, bawang putih, serta berbagai jenis sayuran hijau juga sangat rentan. Tanaman ini memiliki siklus tanam pendek dan sangat sensitif terhadap kekeringan, sehingga kegagalan panen bisa terjadi dalam waktu singkat. Komoditas lain yang berisiko adalah jagung dan kedelai, yang tidak hanya dibutuhkan untuk konsumsi langsung, tetapi juga sebagai bahan baku pakan ternak dan industri pangan; gangguan pasokan keduanya berpotensi memicu kenaikan harga produk turunan seperti telur, daging, dan olahan makanan.
DKPP Kota Bandung pun kembali mengimbau seluruh masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau penimbunan bahan pangan. Langkah ini dinilai sangat penting untuk menjaga kestabilan harga dan ketersediaan barang di pasar, agar seluruh warga tetap dapat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga yang wajar selama masa kemarau berlangsung.
Pemerintah kota berjanji akan terus memantau perkembangan kondisi cuaca, ketersediaan stok, dan pergerakan harga di pasar, serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah lain untuk menjamin kelancaran pasokan ke Kota Bandung hingga akhir tahun.
Kaperwil jabar ILham pikolo













