Lebak+Media Kompas1.id-
Kondisi Jembatan Gantung Ci Calung yang menghubungkan wilayah pasir Gombong dan desa Cisuren, Kecamatan Bayah, kabupaten Lebak, Provinsi Banten,kini semakin memprihatinkan.kerusakan yang terjadi pada pinggir dan lantai yang terbuat dari kayu papan jembatan tersebut dinilai sangat membahayakan keselamatan masarakat yang setiap hari melintas,baik pejalan kaki maupun pengguna sepeda motor.
Jembatan yang menjadi akses penting bagi warga ini terlihat mengalami kerusakan di beberapa bagian, kondisi lantai jembatan dan pinggiran Kawat yang sudah rapuh serta kontruksi yang mulai menua membuat warga merasa khawatir saat melintas.meski demikian karena keterbatasan akses alternatif masarakat masih terpaksa menggunakan jembatan tersebut untuk beraktivitas sehari-hari.
Warga mengeluhkan belum adanya penanganan serius dari pihak terkait, khususnya pemerintah provinsi Banten, meskipun kondisi jembatan telah lama menjadi perhatian masyarakat mereka berharap pemerintah tidak menutup mata dan segera bergerak terhadap persoalan-persoalan yang dapat mengancam keselamatan para pengguna jalan
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Beberapa laporan media sebelumnya juga menyebutkan bahwa jembatan penghubung pasir Gombong dan Desa ci suren telah mengalami kerusakan cukup parah dan bahkan pernah menyebabkan pengendara sepeda motor nyaris terjatuh ke sungai akibat kondisi jembatan yang rusak dan tidak stabil.
Tokoh masyarakat setempat meminta agar pemerintah segera melakukan peninjouan lapangan dan mengalokasikan anggaran perbaikan maupun pembangunan jembatan yang lebih layak dan aman, menurut mereka keberadaan jembatan tersebut sangat vital dalam menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan,dan sosial masyarakat di wilayah Lebak selatan.
Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata sebelum terjadi korban jiwa bertambah, karena keselamatan masarakat harus jadi prioritas utama ujar salah satu warga setempat
Masarakat Desa Cisuren dan pasir Gombong berharap aspirasi mereka dapat segera mendapatkan perhatian dari pemerintah Khususnya provinsi Banten, sehingga akses penghubung yang menjadi urat nadi aktivitas warga tersebut dapat kembali aman dan nyaman digunakan.
( Kaperwil Aris Prastio)














