Kompas1.id
PC Fatayat Kabupaten Bandung menggelar Rakercab ke 1 Masa Khidmat 2025 – 2030 berlangsung di Gedung Moh Toha, Minggu ( 31/5/26 ). Rakercab ini dihadir Asisten 1 Kesejahteran rakyat M. Usman mewakili Bupati Bandung, Dadang Supriatna , Kesbangpol Bambang Sukmawijaya , ketua KNPI Rifky Fauzi, Anggota DPRD Provinsi PKB Humaira Zahrotun Noor , DPRD Kab Bandung Khoiril Anwar, Ketua Fatayat NU Provinsi Minyatul Ummah dan Jajaran Fatayat Se Kabupaten Bandung.
Mewakili Bupati Bandung Dadang Supriatna, Asisten 1 Kesejahteraan Rakyat M. Usman, membuka Rakercab dan Menyampaikan apresiasi atas Rakercab ke 1 ini, momentum ini sangat penting untuk melakukan evaluasi merumuskan langkah strategis yang dihadapi khususnya kaum perempuan.
” Fatayat sebagai Garda Terdepan dalam Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, merupakan organisasi perempuan muda sebagai gerbang perubahan, wadah pemberdayaan, dan rumah bagi perempuan NU yang ingin berkontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan agama.” Ujar Usman dalam sambutannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Usman menambahkan bahwa Fatayat NU memiliki peran sangat vital dalam menangkal politisasi agama dan memperkuat toleransi serta ikatan sosial,
teruslah berjuang digarda paling depan dengan mewujudkan toleransi dan kerukunan, serta bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memperkuat kemakmuran beragama di tengah masyarakat.
Fatayat memliki peran yang strategis dalam ekonomi perempuan yang lebih besar dalam mendukung kesejahteraan keluarga. Peran penting dalam hak perempuan dan anak, juga dalam pencegahan Stunting dan mampu menjadikan benteng moral dalam perlindungan keluarga sebagai mana Perempuan adalah tiang negara begitu besar peran perempuan.
Fatayat NU dan Peran Perempuan dalam Pembangunan Perempuan adalah pondasi keluarga dan guru pertama bagi anak-anak. Ketika perempuan kuat, terdidik, dan berdaya, maka keluarga akan kuat, generasi akan unggul, dan masyarakat akan berkembang.
Ketua Fatayat NU Kabupaten Bandung, Hj. Susanti S.Pdi. Menyampaikan terimakasih atas suport dari pemerintah Kabupaten Bandung. Kami akan terus berkomitmen untuk meningkatkan akses pendidikan bagi perempuan dan anak, dan juga
mengembangkan ekonomi kreatif perempuan NU, dengan memperkuat jaringan perlindungan bagi perempuan dan anak dari kekerasan dan eksploitasi,
membangun kesadaran kritis terhadap isu-isu publik yang berdampak pada perempuan.
” Fatayat juga akan memaksimalkan 7 bidang dengan merealisasikan kedepan sesaui dengan kebutuhan masyarakat, dan juga menciptakan kader kader untuk lebih bisa profesionalitas untuk lebih berprestasi, inofatif dan selalu bersinergi berkolaborasi dengan pemerintah selalu bersama sama menguat bersama, maju bersama, ” Ujar Susanti.
Rakercab ini tidak boleh hanya menghasilkan dokumen program yang indah di atas kertas, tetapi harus melahirkan aksi nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat, dan yang tidak kalah penting menjaga identitas keislaman dan kebangsaan sesuai corak Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah.
Sebagai organisasi perempuan muda Nahdlatul Ulama, Fatayat berkomitmen penuh untuk mengimplementasikan 7 bidang program kerja masa khidmah 2025- 2030 secara nyata di tengah masyarakat. ” Namun, kami menyadari bahwa tantangan buat Fatayat tidak dapat dilakukan sendiri, oleh karena itu, Fatayat NU akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mendukung keberhasilan 7 bidang ini, ” Tandanya.
Jurnalis : Dhany.














