KOMPAS1.ID
KAPUAS HULU – Kondisi Jalan Bukit Jereyau, akses utama penghubung menuju Desa Landau Badai, Kecamatan Silat Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, kembali menjadi sorotan tajam masyarakat setempat. Jalan yang merupakan urat nadi warga tersebut kini kondisinya sangat memprihatinkan, berubah menjadi lautan lumpur yang sulit dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat, khususnya saat curah hujan tinggi turun.
Warga kerap terpaksa harus berjibaku mendorong sepeda motor yang terperosok dan terjebak di dalam kubangan lumpur demi bisa melanjutkan perjalanan. Kondisi ini tidak hanya menghambat aktivitas sehari-hari warga, tetapi juga berdampak luas pada berbagai sektor, mulai dari perekonomian, akses pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga distribusi hasil pertanian yang menjadi tumpuan hidup masyarakat setempat.
Padahal, kondisi jalan yang rusak parah ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Namun hingga kini, seolah luput dari perhatian para pemangku kebijakan, padahal akses jalan merupakan kebutuhan dasar yang sangat menentukan kemajuan desa dan kesejahteraan warganya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rasa kecewa masyarakat semakin memuncak mengingat saat masa kampanye pemilihan umum, banyak janji manis yang disampaikan oleh para calon legislatif maupun pejabat terpilih terkait pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman. Namun, setelah amanah didapat dan masa kampanye berlalu, warga masih harus berjuang melintasi jalan rusak yang belum mendapatkan penanganan maksimal.
Warga yang berada di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) IV Kabupaten Kapuas Hulu yang meliputi kawasan selatan ini berharap para wakil rakyat yang telah dipercaya tidak melupakan komitmen yang pernah disampaikan. Masyarakat menuntut agar aspirasi mereka diperjuangkan secara nyata melalui program pembangunan yang berwujud, bukan sekadar janji manis politik semata.
“Kami tidak meminta kemewahan. Kami hanya ingin jalan yang layak agar aktivitas masyarakat bisa berjalan normal. Ketika musim hujan datang, akses menjadi sangat sulit dan sering menghambat berbagai kebutuhan masyarakat,” ungkap salah seorang warga yang sedang melintas di lokasi.
Kondisi Jalan Bukit Jereyau saat ini menjadi gambaran nyata tantangan pembangunan yang masih dihadapi masyarakat pedalaman Kapuas Hulu. Di tengah semangat pemerataan pembangunan daerah, warga berharap pemerintah daerah bersama anggota DPRD dari Dapil IV mau turun langsung meninjau kondisi di lapangan dan segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki akses vital tersebut.
Masyarakat Desa Landau Badai dan sekitarnya berharap pembangunan infrastruktur tidak hanya dijadikan bahan kampanye setiap lima tahun sekali, tetapi benar-benar diwujudkan demi mewujudkan pemerataan kemajuan dan peningkatan kesejahteraan di pelosok Kabupaten Kapuas Hulu.
Reporter: Deddy














