SEMPAK DILARANG ISTRI, WARGA LUMAJANG TETAP BERANGKAT BERDUELO CAROK DAN TEWAS DI LOKASI

- Penulis

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.ID LUMAJANG, JAWA TIMUR
Tragedi memilukan menimpa warga Desa Sumberwringin, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang. Seorang pria bernama Abdul Karim Marzuki (55), meninggal dunia setelah terlibat perkelahian tradisional atau carok dengan sesama warga bernama Wasil di sebuah kebun sengon, Kamis (21/5/2026). Padahal sebelum berangkat menemui lawannya, almarhum sempat dilarang keras oleh istrinya demi masa depan anak-anak mereka.

Peristiwa berdarah ini terjadi ketika kedua belah pihak bertemu dan terlibat perselisihan yang berujung pada penggunaan senjata tajam jenis clurit. Akibat kejadian tersebut, Abdul Karim tewas seketika di lokasi kejadian. Sementara itu, lawannya, Wasil, mengalami luka bacok serius di bagian perut dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Haryoto Lumajang.

Berdasarkan keterangan istri korban, Saniyeh, momen berangkatnya sang suami meninggalkan rumah sempat diwarnai pertengkaran kecil karena ia berusaha mencegah niat buruk tersebut. Saniyeh menceritakan, sebelum pergi, Abdul Karim sempat pulang ke rumah untuk mengambil senjata tajam, lalu berpamitan secara terang-terangan menyatakan hendak berkelahi dengan Wasil.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dia pamit ke saya mau carok sama Wasil. Saya sudah larang, saya bilang kasihan anaknya dua masih sekolah. Tapi saya larang tidak mempan, Bapak tetap berangkat dan bilang kalau hatinya sudah mantap dan yakin untuk carok,” ungkap Saniyeh dengan nada sedih saat ditemui, Kamis kemarin.

Baca Juga:  Polsek Banjar Gelar Operasi Penegakan Disiplin Internal, Pastikan Anggota Bebas Pelanggaran

Saniyeh mengaku hanya bisa pasrah melihat suaminya pergi meninggalkan rumah meski sudah diperingatkan. Sekitar 30 menit setelah Abdul Karim berangkat, rasa khawatir membuatnya menyusul ke lokasi perkelahian yang tak jauh dari pemukiman warga itu.

Namun, harapannya untuk mencegah hal terburuk tidak terwujud. Saat tiba di kebun sengon tersebut, Saniyeh mendapati pemandangan yang mengerikan. Suaminya maupun Wasil sudah terkapar penuh luka akibat sabetan senjata tajam.

“Saya sempat pulang sebentar mau ambil gendongan untuk bawa suami saya berobat. Tapi pas sampai ke sana lagi, ternyata beliau sudah meninggal,” kenang Saniyeh dengan air mata berlinang.

Kini, keluarga korban masih berduka mendalam atas kepergian Abdul Karim, sementara Wasil masih berjuang memulihkan diri di rumah sakit. Kasus ini kini sedang ditangani oleh pihak berwajib untuk proses hukum lebih lanjut terkait peristiwa perselisihan yang merenggut nyawa tersebut. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Kian Diperhitungkan Dunia, Diplomasi Presiden Prabowo Perkuat Posisi Strategis di Panggung Global
Bupati Lampung Utara dan Baznas Salurkan Zakat untuk Wujudkan Kepedulian dan Kesejahteraan Masyarakat
Haul Makam Ki Kojopati Jadi Momentum Doa Bersama dan Pelestarian Tradisi Leluhur di Tambakrejo
Pokja BASN Jadi Garda Penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman
Kabupaten Bandung Catat Realisasi Pendapatan 49,12 Persen, Melampaui Rata-Rata Jawa Barat
Lokasi Koperasi Desa Merah Putih Gunung Masigit Dikritik, Camat Jelaskan Alasan
*Negara Kaya Sumber Daya Alam, Rakyat Justru Dibebani Pajak Semakin Berat — Ketua DPW IWOI JATENG Angkat Bicara*
‎365 Petani Aceh Singkil Ikuti Pelatihan SDMPKS 2026, Investasi SDM untuk Sawit yang Lebih Maju dan Berdaya Saing
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 13:05 WIB

Indonesia Kian Diperhitungkan Dunia, Diplomasi Presiden Prabowo Perkuat Posisi Strategis di Panggung Global

Selasa, 7 Juli 2026 - 12:56 WIB

Bupati Lampung Utara dan Baznas Salurkan Zakat untuk Wujudkan Kepedulian dan Kesejahteraan Masyarakat

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:35 WIB

Haul Makam Ki Kojopati Jadi Momentum Doa Bersama dan Pelestarian Tradisi Leluhur di Tambakrejo

Selasa, 7 Juli 2026 - 07:44 WIB

Pokja BASN Jadi Garda Penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman

Selasa, 7 Juli 2026 - 05:40 WIB

Kabupaten Bandung Catat Realisasi Pendapatan 49,12 Persen, Melampaui Rata-Rata Jawa Barat

Berita Terbaru