KTA Bukan Legitimasi, Karya Adalah Identitas Sejati Jurnalis

- Penulis

Jumat, 1 Mei 2026 - 05:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.id || Kartu Tanda Anggota (KTA) kerap dianggap sebagai simbol utama yang melegitimasi seseorang sebagai insan pers. Seolah-olah, kepemilikan KTA otomatis menjadikan seseorang layak disebut jurnalis.

Pandangan ini bukan hanya dangkal, tetapi juga berpotensi menyesatkan. KTA sejatinya hanyalah identitas administratif—bukan ukuran kualitas, apalagi integritas.

Dunia jurnalistik tidak dibangun oleh selembar kartu, melainkan oleh karya. Tulisan yang tajam, data yang terverifikasi, serta keberanian menyuarakan kebenaran adalah fondasi utama profesi ini. Tanpa karya nyata, KTA hanyalah benda mati yang tidak memiliki nilai di mata publik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seorang jurnalis dikenali dari rekam jejaknya, bukan dari atribut yang melekat. Publik menilai dari kualitas berita: apakah berimbang, faktual, dan memberi manfaat. Di titik ini, karya menjadi tolok ukur utama. Kepercayaan tidak lahir dari simbol, tetapi dari konsistensi menghadirkan informasi yang kredibel.

Maraknya penyalahgunaan KTA oleh oknum tak bertanggung jawab semakin menegaskan bahwa kartu tersebut bukan jaminan profesionalisme.

Baca Juga:  Era Digital: Teknologi Mengubah Cara Dunia Terhubung

Ada yang memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi, bahkan mencoreng marwah profesi. Ini menjadi alarm bahwa identitas formal tanpa integritas hanyalah topeng.

Lebih jauh, karya jurnalistik memuat tanggung jawab moral yang besar. Setiap informasi yang dipublikasikan berdampak pada masyarakat. Karena itu, jurnalis dituntut menjunjung etika, verifikasi, dan independensi. Nilai-nilai ini tidak tercetak di KTA, melainkan tercermin dalam setiap karya.

Di era digital, klaim sebagai jurnalis semakin mudah—cukup menunjukkan KTA. Namun publik kini lebih kritis. Mereka mampu membedakan mana karya jurnalistik yang berlandaskan fakta dan mana yang sekadar opini tanpa pijakan. Ini menegaskan satu hal: kualitas karya tetap menjadi penentu.

Pada akhirnya, KTA hanyalah pelengkap. Identitas sejati seorang jurnalis terletak pada dedikasinya menghasilkan karya yang jujur, akurat, dan bermanfaat. Tanpa itu, KTA kehilangan maknanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

*PEMBANGUNAN JALAN CANGKUDU–CISOKA: KAMI APRESIASI PEMBANGUNANNYA, TETAPI PERTANYAAN PUBLIK JANGAN DIABAIKAN*
Tinjau Rekonstruksi Jalan Cangkudu–Cisoka, Bupati Tangerang Targetkan 1,38 Kilometer Rampung Akhir 2026
RAMAI DI MEDIA SOSIAL, REKENING AKTIVIS PATI DIBLOKIR BANK MANDIRI — INI FAKTA LENGKAPNYA
PT Perkebunan Lembah Bhakti Terima Penghargaan Pemulihan Hutan Mangrove di Aceh Singkil
SANTI KURNIA DEWI SUKSESKAN ASELAPAN, 58 SEKOLAH CABDISDIK XI JABAR GO DIGITAL.
Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Cathlab RSUD Pesawaran Perkuat Akses Layanan Jantung
Pergoki Armada BBM Solar Ilegal di SPBU Tengguli, Tim FWJI dihadang puluhan Ambo
Perbaikan Jalan Subulussalam-Rundeng Senilai Rp3 Miliar Lebih Mulai Direalisasikan, Wali Kota: Janji Tepat Wujud
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:28 WIB

*PEMBANGUNAN JALAN CANGKUDU–CISOKA: KAMI APRESIASI PEMBANGUNANNYA, TETAPI PERTANYAAN PUBLIK JANGAN DIABAIKAN*

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Tinjau Rekonstruksi Jalan Cangkudu–Cisoka, Bupati Tangerang Targetkan 1,38 Kilometer Rampung Akhir 2026

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:40 WIB

RAMAI DI MEDIA SOSIAL, REKENING AKTIVIS PATI DIBLOKIR BANK MANDIRI — INI FAKTA LENGKAPNYA

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:31 WIB

PT Perkebunan Lembah Bhakti Terima Penghargaan Pemulihan Hutan Mangrove di Aceh Singkil

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:55 WIB

SANTI KURNIA DEWI SUKSESKAN ASELAPAN, 58 SEKOLAH CABDISDIK XI JABAR GO DIGITAL.

Berita Terbaru