Nua’man, Sahabat Nabi yang Diuji dengan Kelemahan dan Dicintai karena Ketulusan

- Penulis

Jumat, 1 Mei 2026 - 04:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.id ||  Di antara para sahabat Nabi Muhammad ﷺ, terdapat sosok bernama Nua’man bin Amr Al-Anshari, seorang lelaki dari kaum Anshar yang dikenal sederhana, jenaka, namun juga memiliki sisi kelemahan yang membuatnya berbeda dari sahabat lainnya.

Kisah hidupnya menjadi pengingat bahwa manusia tidak luput dari kesalahan, tetapi pintu cinta dan ampunan Allah selalu terbuka bagi mereka yang tulus.

Nua’man dikenal sebagai sahabat yang memiliki kecintaan besar kepada Rasulullah ﷺ. Ia kerap datang menemui Nabi dengan membawa hadiah sederhana, seperti madu atau buah-buahan, lalu menyerahkannya dengan wajah penuh harap.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, di balik kebaikannya, Nua’man juga memiliki kelemahan, yaitu kebiasaannya meminum khamr sebelum turunnya larangan secara tegas dan bahkan masih tergelincir setelahnya.

Suatu hari, karena kesalahannya itu, Nua’man dibawa ke hadapan Rasulullah ﷺ untuk mendapatkan hukuman. Ia telah melanggar larangan dengan kembali meminum khamr.

Nabi pun memerintahkan agar ia dihukum sesuai ketentuan. Namun, di tengah pelaksanaan hukuman tersebut, terdengar seseorang mencela Nua’man dan melaknatnya karena kesalahannya yang berulang. Mendengar celaan itu, Rasulullah ﷺ segera menegur orang tersebut.

Beliau bersabda bahwa janganlah mencela Nua’man, karena sesungguhnya ia mencintai Allah dan Rasul-Nya. Kalimat ini begitu dalam maknanya—bahwa meskipun seseorang memiliki dosa, bukan berarti ia kehilangan nilai di sisi Allah selama hatinya masih dipenuhi iman dan kecintaan kepada kebenaran.

Baca Juga:  Tim Satgas Mabes TNI Apresiasi Warga Peduli Lingkungan, Serahkan Dana Pembinaan di Kuala Pembuang I

Kisah ini menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga menjaga kehormatan dan perasaan para sahabatnya. Beliau memahami bahwa manusia bisa jatuh dalam kesalahan, namun yang lebih penting adalah bagaimana hati seseorang tetap terikat kepada Allah dan keinginannya untuk kembali kepada jalan yang benar.

Nua’man bukanlah sosok yang sempurna, tetapi ia adalah gambaran nyata seorang hamba yang terus berjuang melawan dirinya sendiri. Ia tetap hadir di tengah majelis Nabi, tetap mencintai Rasulullah, dan tidak pernah menjauh meski berulang kali jatuh. Di situlah letak keindahan iman—bukan pada kesempurnaan, tetapi pada keteguhan untuk kembali.

Dari kisah Nua’man, kita belajar untuk tidak mudah menghakimi orang lain atas dosa yang tampak, karena bisa jadi di dalam hatinya tersimpan cinta yang besar kepada Allah. Dan kita pun diingatkan bahwa selama masih ada penyesalan dan keinginan untuk berubah, maka harapan akan rahmat Allah tidak pernah padam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT
Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage
Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”
Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan
Perkuat Pembangunan Desa, Pemdes Tenjolaya Gandeng Unpas
Semarak HUT TNI ke-81, TNI-Polri dan Komunitas Bersatu Gelar Touring, Karya Bakti dan Bakti Sosial di Goa Seplawan
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 01:50 WIB

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT

Sabtu, 26 September 2026 - 12:38 WIB

Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an

Sabtu, 26 September 2026 - 11:21 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage

Sabtu, 26 September 2026 - 11:13 WIB

Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat

Sabtu, 26 September 2026 - 10:05 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”

Berita Terbaru