Kirab Mahkota Binokasih Jadi Agenda Utama Milangkala Tatar Sunda 2026, Dihelat di Sumedang

- Penulis

Senin, 27 April 2026 - 01:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMEDANG KOMPAS1.ID
– Kirab Mahkota Binokasih ditetapkan sebagai salah satu agenda inti dalam rangkaian peringatan Milangkala Tatar Sunda yang akan digelar pada 8 hingga 9 Mei 2026 mendatang di Kabupaten Sumedang. Kegiatan yang sarat makna sejarah dan budaya ini nantinya akan dilewati sejumlah daerah, dimulai dari Sumedang, kemudian berlanjut ke Ciamis, Bogor, dan berakhir di Bandung. Peringatan ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai luhur budaya yang dijadikan sebagai dasar dan landasan dalam pembangunan wilayah Jawa Barat.

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat atas kepercayaan yang diberikan serta dukungan fasilitasi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menyatakan, pelaksanaan acara ini memiliki makna ganda, karena bertepatan dengan peringatan Hari Tatar Sunda dan juga Hari Jadi Kabupaten Sumedang, sehingga menjadikannya momen yang sangat penting untuk memperkuat jati diri dan identitas budaya masyarakat daerah.

“Milangkala Tatar Sunda akan dimulai di Kabupaten Sumedang pada tanggal 8–9 Mei. Ini merupakan kegiatan yang menunjukkan sinergi yang baik antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Sumedang,” ujar Bupati Dony saat memberikan keterangan, Minggu (26/4/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut penjelasannya, penyelenggaraan kirab ini bukan sekadar kegiatan seremonial belaka, melainkan memiliki nilai sejarah yang sangat mendalam. Melalui perhelatan ini, diharapkan seluruh lapisan masyarakat dapat memahami dan mengenali kembali perjalanan sejarah, khususnya bahwa wilayah Jawa Barat pernah menjadi pusat kekuasaan besar, yakni Kerajaan Padjadjaran, dan kemudian berlanjut dengan berdirinya Kerajaan Sumedang Larang.

Baca Juga: 

“Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa di tanah Jawa Barat pernah berdiri Kerajaan Padjadjaran, dan di wilayah Sumedang pernah ada Kerajaan Sumedang Larang yang memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah bangsa,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati Dony menjelaskan, Mahkota Binokasih yang saat ini tersimpan dan dijaga dengan baik di Keraton Sumedang Larang merupakan warisan berharga yang dipandang sebagai anugerah, sekaligus menjadi simbol kebesaran dan kejayaan kerajaan pada masa lampau. Selain itu, nama “Binokasih” sendiri memiliki makna yang mendalam, yaitu “Sumber Kasih Sayang”, yang menggambarkan salah satu nilai utama yang senantiasa dipegang teguh dalam tata kehidupan dan pergaulan masyarakat Sunda.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya nyata dalam melestarikan warisan budaya, sekaligus menjadi sarana edukasi sejarah yang terbuka untuk seluruh kalangan. Menurutnya, memahami dan mengenali perjalanan sejarah masa lalu adalah hal yang sangat penting, karena dapat dijadikan bahan perenungan dan pedoman dalam menentukan langkah dan arah pembangunan serta kemajuan daerah di masa yang akan datang.

“Peringatan hari jadi atau peristiwa bersejarah bukanlah sekadar rangkaian acara atau seremoni semata, melainkan menjadi cermin dari perjalanan sejarah kita. Hal ini bisa menjadi kompas dan pedoman dalam menjalani kehidupan serta menapaki masa depan yang lebih baik,”

***Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menyikapi Gempa Bitung: Kesiapsiagaan Bukan Lagi Pilihan, Melainkan Kebutuhan
SUARA DARI PEDALAMAN: UNTUK APA MEMILIKI WAKIL RAKYAT JIKA RAKYAT MASIH TERTINGGAL?
*Polres Metro Bekasi Kota Ungkap Kasus Pengeroyokan di Mustika Jaya*
Gagalkan Aksi Curanmor di Kranji, Polres Metro Bekasi Kota Bekuk Dua Pelaku Pasca-Pesta Miras
Wali Kota Subulussalam Dampingi Menteri PUPR Tinjau Tanjakan Kedabuhan, Bahas Rekonstruksi Cegah Kecelakaan
**Wamentrans Viva Yoga Siap Jadi Panelis Debat Kandidat Caketum BM PAN**
📰 Bupati Bandung Lepas 500 Peserta Bapenda Bedas Run 5K, Gabungkan Olahraga dan Edukasi Pajak
Hasil Pemilihan Anggota BPD Desa Sarimahi Ciparay: Ini Daftar Calon yang Lolos ke Parlemen Desa
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 23:24 WIB

Menyikapi Gempa Bitung: Kesiapsiagaan Bukan Lagi Pilihan, Melainkan Kebutuhan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:37 WIB

SUARA DARI PEDALAMAN: UNTUK APA MEMILIKI WAKIL RAKYAT JIKA RAKYAT MASIH TERTINGGAL?

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:25 WIB

*Polres Metro Bekasi Kota Ungkap Kasus Pengeroyokan di Mustika Jaya*

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:16 WIB

Gagalkan Aksi Curanmor di Kranji, Polres Metro Bekasi Kota Bekuk Dua Pelaku Pasca-Pesta Miras

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:54 WIB

Wali Kota Subulussalam Dampingi Menteri PUPR Tinjau Tanjakan Kedabuhan, Bahas Rekonstruksi Cegah Kecelakaan

Berita Terbaru