JUARA ITU PERNAH ADA, TAPI NEGARA SEOLAH LUPA: JERITAN PAHIT PINO BAHARI

- Penulis

Minggu, 26 April 2026 - 10:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.ID
Bandung, 26 April 2026 – Nama Pino Bahari pernah menjadi kebanggaan seluruh rakyat Indonesia. Sebagai petinju andalan tanah air, ia berhasil meraih medali emas Asian Games 1990 dan pernah membawa nama bangsa di ajang Olimpiade. Prestasi itu diraih dengan pengorbanan tenaga, waktu, dan masa mudanya semata-mata demi mengharumkan nama Merah Putih. Namun, masa kejayaan itu kini seolah tinggal kenangan, saat kondisi hidupnya yang sulit terungkap ke permukaan.

Baru-baru ini, Pino mengalami kecelakaan di Denpasar yang membuatnya menderita patah tulang engkel dan tulang rusuk retak. Ia baru saja keluar dari Rumah Sakit Bali Mandara setelah menjalani tindakan operasi. Namun, luka fisik yang dideritanya ternyata tidak seberat luka batin yang dirasakannya akibat kenyataan hidup yang harus dijalaninya saat ini.

Mantan atlet berprestasi yang pernah bertarung di panggung dunia itu kini harus berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Setelah tidak lagi aktif bertanding, ia pernah bekerja sebagai pengemudi layanan daring, dan saat ini hanya mengandalkan pekerjaan lepas sebagai pendamping acara-acara olahraga tinju dengan pendapatan yang tidak menentu dan tidak dapat diandalkan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kisah perjalanan hidup Pino Bahari ini diungkapkan dalam tulisan yang ditulis oleh Bob Hariawan, Kepala Biro Kota Bandung, yang memancing keprihatinan dan menjadi sorotan publik. Dalam tulisannya, ia menegaskan bahwa apa yang dialami Pino bukan sekadar kisah kesulitan hidup seseorang, melainkan cerminan dari masalah besar yang ada dalam dunia olahraga nasional.

Baca Juga:  BOS SMPN 4 Darma Rp.222 Juta : Honor Turun 78%, Admin Naik 140%, Konfirmasi Awak Media Belum Direspon Lengkap.

“Kita bangga saat mereka menang. Kita rayakan saat bendera naik. Tapi setelah itu? Sunyi. Seolah jasa mereka hanya berlaku selama tiga ronde, lalu selesai,” tulis Bob.

Ia juga mempertanyakan peran dan kehadiran negara, terutama Kementerian Pemuda dan Olahraga, yang dinilai hanya terlihat saat momen perayaan dan penyerahan penghargaan semata. Padahal para atlet adalah manusia yang juga membutuhkan perlindungan, jaminan hidup, dan perhatian setelah masa bakti mereka selesai.

Lebih memprihatinkan, hingga saat ini suara kepedulian dari kalangan pejabat, lembaga terkait, maupun pihak-pihak yang dahulu ikut merayakan keberhasilan Pino nyaris tidak terdengar. Jika begini nasib atlet yang namanya pernah dikenal luas, maka bagaimana nasib para atlet lain yang tidak setenar dia?

Tulisan ini juga menegaskan bahwa sistem yang ada selama ini terlihat hanya memikirkan cara mendapatkan prestasi, tetapi melupakan kesejahteraan orang-orang yang berjuang meraihnya. Jika keadaan ini terus dibiarkan, dikhawatirkan akan membuat generasi muda enggan berjuang maksimal mengharumkan nama bangsa, karena mereka sadar pengorbanan yang diberikan tidak akan dihargai dalam jangka panjang.

Kisah Pino Bahari kini menjadi pengingat bagi seluruh pihak, terutama pemerintah, bahwa penghargaan terhadap jasa atlet tidak cukup hanya diucapkan saat mereka sedang berprestasi, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk perhatian dan perlindungan yang berkelanjutan hingga masa tua mereka.

Pewarta Bob Hariawan, Kepala Biro Kota Bandung

Tagar: #PinoBahari #AtletTerlupakan #OlahragaIndonesia #Kemenpora #NasibAtlet #SuaraKritis #IndonesiaHarusPeduli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT
Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage
Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”
Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan
Perkuat Pembangunan Desa, Pemdes Tenjolaya Gandeng Unpas
Semarak HUT TNI ke-81, TNI-Polri dan Komunitas Bersatu Gelar Touring, Karya Bakti dan Bakti Sosial di Goa Seplawan
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 01:50 WIB

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT

Sabtu, 26 September 2026 - 12:38 WIB

Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an

Sabtu, 26 September 2026 - 11:21 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage

Sabtu, 26 September 2026 - 11:13 WIB

Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat

Sabtu, 26 September 2026 - 10:05 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”

Berita Terbaru