Pagar Socfindo di Goyang, Pemuda Lae Butar Meledak, Tuntut Plasma Hingga Janji Ternak yang Menguap

- Penulis

Selasa, 14 April 2026 - 10:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Singkil kompas1.id –
Suasana tenang di kawasan perkebunan PT Socfindo Lae Butar Aceh Singkil mendadak berubah menjadi lautan protes pada Selasa (14/4/2026).

‎Ratusan pemuda yang tergabung dalam koalisi masyarakat setempat mengepung kantor perusahaan dengan aksi yang unik namun provokatif, Goyang Pagar.

‎Aksi ini menjadi simbol kegelisahan warga yang merasa dianaktirikan di tanah kelahiran sendiri.

‎Massa menilai raksasa perkebunan ini telah bertahun-tahun mengabaikan hak krusial masyarakat sekitar. Dalam orasinya, para pemuda menyoroti kegagalan perusahaan dalam merealisasikan kewajiban kebun plasma sebesar 20%, sebuah amanat Undang-Undang yang hingga kini dianggap masih menjadi mimpi di siang bolong bagi warga Lae Butar.

‎”Kami bukan penonton di tanah sendiri! Kami meminta PT Socfindo segera membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi pemuda setempat!” teriak salah satu orator di tengah gemuruh massa yang mengguncang pagar kantor perusahaan.

‎Salah satu poin unik yang mencuat dalam aksi ini adalah kekecewaan mendalam terkait janji Corporate Social Responsibility (CSR).

‎Masyarakat menagih komitmen pihak Administratur (ADM) yang sebelumnya menjanjikan bantuan ternak kambing untuk pemberdayaan pemuda. Namun, alih-alih melihat ternak di kandang, warga menyebut janji tersebut hanyalah isapan jempol, untuk meredam gejolak sesaat.

‎Ketua Koordinator Lapangan, Dayat, dalam pernyataan resminya mengeluarkan ancaman serius. Ia meminta operasional pabrik segera dihentikan karena adanya dugaan kuat bahwa PT Socfindo belum mengantongi perpanjangan izin pembaharuan yang sah.

‎”Kami meminta operasional pabrik dihentikan sebelum izin pembaharuan diselesaikan. Jangan menabrak aturan hukum di daerah kami!” tegas Dayat dengan nada tinggi.

‎Tak hanya soal izin, Dayat juga membeberkan daftar panjang dosa manajemen perusahaan, antara lain,

‎Praktik pemberhentian kerja yang dianggap tidak transparan dan semena-mena.

‎Pemberian sanksi karyawan yang dinilai bertentangan dengan aturan ketenagakerjaan nasional.

‎Adanya dugaan perlakuan diskriminatif terhadap karyawan berdasarkan agama, yang dinilai mencederai harmoni sosial di Aceh Singkil.

‎Hingga berita ini diturunkan, situasi di lapangan masih terjaga namun tetap tegang. Massa mengancam akan bertahan dan meluncurkan aksi gelombang kedua dengan jumlah yang lebih besar jika manajemen PT Socfindo tetap bungkam tanpa memberikan jawaban konkret.

‎Reporter Sabri

Baca Juga:  Apresiasi Ketegasan DPRK di Bawah Amaliun, AMPAS Dorong Penggunaan Hak Angket

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Way Kanan Bekuk Diduga Pelaku Lakukan Kekerasan Seksual dan Cabuli Anak di Bawah Umur
Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Polres Way Kanan Gelar Bakti Sosial bagi Komunitas Transportasi
Hari Kedua Pengeboran Sumur Bor di Sribasuki, Babinsa dan Warga Percepat Akses Air Bersih untuk 12 KK
MOBIL MEWAH ANTRI PERTALITE, MASARAKAT SOROTI KETETAPAN SASARAN ( BBM) SUBSIDI
Referendum Jadi Tolak Ukur, Kades Ngingasrembyong Bawa Persoalan Pendidikan ke Pengadilan PTUN (Part 1)
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Way Kanan Resmikan Kampung Sriwijaya sebagai Kampung Bebas Narkoba
Desa Sukasari Tunjukkan Kesiapan Jadi Desa Maju dan Mandiri dalam Penilaian Lomba Desa Lampung Utara
Singkil Tegaskan Komitmen Jadikan Pancasila Pondasi Perdamaian Dunia
Berita ini 79 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 02:07 WIB

Polisi Way Kanan Bekuk Diduga Pelaku Lakukan Kekerasan Seksual dan Cabuli Anak di Bawah Umur

Sabtu, 20 Juni 2026 - 01:09 WIB

Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Polres Way Kanan Gelar Bakti Sosial bagi Komunitas Transportasi

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:51 WIB

Hari Kedua Pengeboran Sumur Bor di Sribasuki, Babinsa dan Warga Percepat Akses Air Bersih untuk 12 KK

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:19 WIB

MOBIL MEWAH ANTRI PERTALITE, MASARAKAT SOROTI KETETAPAN SASARAN ( BBM) SUBSIDI

Jumat, 19 Juni 2026 - 07:56 WIB

Referendum Jadi Tolak Ukur, Kades Ngingasrembyong Bawa Persoalan Pendidikan ke Pengadilan PTUN (Part 1)

Berita Terbaru

Uncategorized

SUASANA HARU PERINGATAN TUJUH HARI WAFATNYA ALMARHUM PAMAN TERCINTA

Sabtu, 20 Jun 2026 - 02:08 WIB

Uncategorized

JALAN BERLUMPUR DI KAYAN HILIR SINTANG JADI KELUHAN WARGA

Sabtu, 20 Jun 2026 - 01:45 WIB

Uncategorized

MAHASISWA TRISAKTI TOLAK UU POLRI DAN DESAK SUPREMASI SIPIL

Sabtu, 20 Jun 2026 - 00:58 WIB