Dedi Mulyadi Gugat Nalar BUMN: Rugi Dipikul Negara, Laba Mengalir ke Siapa?

- Penulis

Minggu, 12 April 2026 - 09:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, – KOMPAS1.id || 12 April 2026 – Dedi Mulyadi kembali memantik perdebatan publik. Dengan gaya lugas tanpa basa-basi, ia melontarkan kritik keras terhadap tata kelola BUMN dan BUMD yang dinilai menyimpang dari logika ekonomi sehat.

Pernyataan ini bukan sekadar manuver politik. Ini adalah kegelisahan atas arah pengelolaan aset negara yang, alih-alih menjadi sumber kesejahteraan, justru kerap berubah menjadi beban fiskal.

Negara Menjadi Penanggung Gagal Dedi menyoroti ironi yang berulang: negara hadir sebagai “penampung kerugian”. Sektor yang menjanjikan keuntungan kerap lepas ke tangan lain, sementara unit yang sudah jelas merugi justru dipertahankan dalam pelukan negara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jangan sampai yang buntung dikelola negara, sementara yang untung dikasih ke orang lain.”

Kritik ini menohok langsung pada praktik Penyertaan Modal Negara (PMN) yang terus mengalir ke perusahaan sakit tanpa perbaikan fundamental. Alih-alih menyumbang deviden, entitas tersebut berubah menjadi lubang serapan anggaran.

Birokrasi Tanpa Akal Sehat Nada kritik Dedi memuncak saat ia menyinggung kualitas pengambilan keputusan. Ia menyebut adanya kegagalan berpikir yang sistemik—keputusan ekonomi yang dibuat tanpa kalkulasi matang, berujung pada utang yang menumpuk.

Baca Juga:  KemenPANRB Gelar Pembinaan Pemerintah Digital di Jabar, Bahas Persiapan Evaluasi Kinerja

Akar persoalan, menurutnya, bukan sekadar sistem, tetapi orang di dalamnya. Prinsip “the right man on the right place” hanya menjadi jargon. Penempatan berbasis kedekatan politik menggantikan meritokrasi, menggerus profesionalisme dari dalam.

Utang Hari Ini, Beban Esok Hari Dampak paling serius dari salah kelola ini adalah akumulasi utang. Setiap suntikan dana untuk menutup kegagalan hari ini adalah tagihan yang akan dibayar generasi berikutnya.

Logikanya sederhana: jika perusahaan terus merugi tanpa perbaikan model bisnis, maka yang gagal bukan hanya sistem—tetapi juga integritas pengelolanya.

Saatnya Berbenah Total Pernyataan Dedi adalah alarm keras bagi pengelolaan aset negara. Beberapa langkah yang tak lagi bisa ditunda:

Audit Total: Evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas PMN.

Profesionalisme Tanpa Kompromi: Sterilkan jabatan strategis dari intervensi politik.

Transparansi Penuh: Publik berhak tahu ke mana arah dan hasil pengelolaan aset negara.

Penutup: Antara Logika dan Kepentingan

Pesan Dedi jelas: mengelola negara bukan soal kecerdasan di atas kertas, melainkan keberanian berpihak pada logika dan kepentingan rakyat.

Jika pola ini terus dipertahankan, maka yang kita wariskan bukan kemajuan—melainkan utang yang dibungkus narasi pembangunan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sinergi Amankan Aset Negara, Kantah Kota Bandung Raih Penghargaan Bergengsi dari PT KAI
Dukung Pengamanan Aset Negara, Kantah Kota Bandung Raih Apresiasi Dari KAI
Di Halaman Pengadilan Negeri Jepara: Warga Tunggul Pandean Berseru “Dengarkan Suara Kami, Hentikan Sementara Proyek Itu”
Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, CV Berkah Tenaga Muda, dan CV Reskindo Wasa Disorot Soal Dugaan Pelanggaran K3 Proyek TKNP II Gedeg (Part 1)
“KAPOLRES MINSEL AKBP DAVID CANDRA BABEGA MELAYAT KE RUMAH DUKA BRIPKA CHRISTY RIA PANGARIBUAN
Gudang Produksi Kusen Kayu di Bayongbong Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp300 Juta
Prabowo Lantik Kepala Badan Gizi Nasional dan Pimpinan URI, Perkuat Program Gizi serta Cetak SDM Unggul
Kantah Dukung Kebijakan Layanan Balik Nama Sertipikat Lebih Cepat dan Pasti
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:40 WIB

Sinergi Amankan Aset Negara, Kantah Kota Bandung Raih Penghargaan Bergengsi dari PT KAI

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:36 WIB

Dukung Pengamanan Aset Negara, Kantah Kota Bandung Raih Apresiasi Dari KAI

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:11 WIB

Di Halaman Pengadilan Negeri Jepara: Warga Tunggul Pandean Berseru “Dengarkan Suara Kami, Hentikan Sementara Proyek Itu”

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:59 WIB

Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, CV Berkah Tenaga Muda, dan CV Reskindo Wasa Disorot Soal Dugaan Pelanggaran K3 Proyek TKNP II Gedeg (Part 1)

Kamis, 23 Juli 2026 - 05:49 WIB

“KAPOLRES MINSEL AKBP DAVID CANDRA BABEGA MELAYAT KE RUMAH DUKA BRIPKA CHRISTY RIA PANGARIBUAN

Berita Terbaru