Nasib pilu dialami Seorang Balita berumur 3 tahun asal Garut. Bocah Perempuan tersebut Sendirian di Perantauan, setelah Ibunya Meninggal

- Penulis

Jumat, 10 April 2026 - 02:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.id
Nasib pilu dialami seorang balita berumur 3 tahun asal Garut. Bocah perempuan tersebut sendirian di perantauan, setelah ibunya meninggal dunia karena musibah.
Menurut Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Garut, Yayan Waryana, kasus ini terungkap berkat laporan pihak keluarga.

Menurut informasi yang didapatnya, kata Yayan, mulanya bocah tersebut ikut merantau ke Kabupaten Kampar, Riau, bersama sang ibu, Nita Anita Sari (24) dan ayah tirinya.

Namun, pada bulan Maret 2026 lalu, terjadi musibah yang menimpa Nita. Dia dirawat di rumah sakit setempat, akibat luka bakar yang dideritanya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Begitu kami menerima laporan dari keluarga, kami langsung bergerak melakukan koordinasi dengan pihak rumah sakit dan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak di Kabupaten Kampar untuk memastikan kondisi ibu dan anak tersebut,” kata Yayan.

Baca Juga:  HUT ke-19 Pesawaran: "Manjau Jama Warga", Perayaan Penuh Gembira dan Pelayanan Nyata untuk Rakyat

Nita dirawat di RSUD Bangkinang sejak 24 Maret 2026. Ironisnya, dia dinyatakan meninggal dunia karena luka bakar yang dideritanya pada tanggal 1 April 2026 lalu.

Sejak saat itu, anak Nita tinggal seorang diri, diasuh oleh tetangganya di Kampar. Sementara sang ayah tiri, tidak diketahui keberadaannya hingga kini.

Sejak saat itu, kata Yayan, pihaknya kemudian langsung melakukan upaya pemulangan terhadap anak Nita, hingga akhirnya bocah tersebut bisa dipulangkan pada Rabu, (8/4).

“Anak berada di bawah perlindungan UPTD PPA selama proses pemulangan. Hal ini penting agar hak-hak anak terpenuhi,” ucap Yayan.

Rencananya, hari ini sang anak langsung diserahkan ke pihak keluarga, untuk dipulangkan ke kampung halamannya di Kecamatan Singajaya. Sedangkan atas dasar pertimbangan keluarga, khususnya ekonomi, jasad Nita dimakamkan di Kabupaten Kampar. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

ASPAL JALAN SELESAI TAPI BIAYA BELUM DIBAYAR: PROYEK DI SIRNAJAYA DIKUCAK TIDAK MASUK ANGGARAN DAN SENGaja SEMBUNYIKAN DARI BPD
KAPOLRES KOTAMOBAGU DAN SELURUH PERSONEL GELORAKAN SEMANGAT MERAH PUTIH DI HUT RI KE-81
HUT ke-81 RI di Pesawaran, Nanda Indira Tegaskan: Jangan Biarkan Veteran Berjuang Sendiri di Masa Tua
Peringatan HUT ke-81 RI, Bupati Nanda Indira Serukan Penghormatan dan Kepedulian kepada Pejuang Kemerdekaan
GUBERNUR DEDI MULYADI BERIKAN TEMPAT VIP KEPADA PETANI, OJOL, DAN PEKERJA BANGUNAN DI UPACARA HUT RI KE-81
Mengenang Angelina Lina Dewi, Sosok yang Kini Berpulang dalam Damai
Ketua SPRI dan FKBN Lampung Utara Hadiri HUT RI ke-81 di Pondok Pesantren Al-Hiro
KELUARGA BESAR POLRES TOMOHON UCAPKAN SELAMAT HUT RI KE-81: KEMERDEKAAN MOMENTUM KEDAULATAN BANGSA
Berita ini 109 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:51 WIB

ASPAL JALAN SELESAI TAPI BIAYA BELUM DIBAYAR: PROYEK DI SIRNAJAYA DIKUCAK TIDAK MASUK ANGGARAN DAN SENGaja SEMBUNYIKAN DARI BPD

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:20 WIB

KAPOLRES KOTAMOBAGU DAN SELURUH PERSONEL GELORAKAN SEMANGAT MERAH PUTIH DI HUT RI KE-81

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:42 WIB

HUT ke-81 RI di Pesawaran, Nanda Indira Tegaskan: Jangan Biarkan Veteran Berjuang Sendiri di Masa Tua

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Peringatan HUT ke-81 RI, Bupati Nanda Indira Serukan Penghormatan dan Kepedulian kepada Pejuang Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:12 WIB

GUBERNUR DEDI MULYADI BERIKAN TEMPAT VIP KEPADA PETANI, OJOL, DAN PEKERJA BANGUNAN DI UPACARA HUT RI KE-81

Berita Terbaru