Pembangunan Jembatan di Desa Landau Badai Mangkrak Diduga Telan Anggraran Miliaran Rupiah

- Penulis

Senin, 30 Maret 2026 - 00:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komoas1.id
Kapuas Hulu – Sebuah bangunan yang diduga merupakan bagian dari proyek jembatan di Desa Landau Badai, Kecamatan Silat Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, kini menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, proyek yang disebut-sebut telah menghabiskan anggaran hingga miliaran rupiah itu terlihat mangkrak dan tidak memberikan manfaat bagi warga sekitar.
Dari pantauan di lokasi, bangunan beton tampak berdiri kokoh namun terbengkalai. Dindingnya mulai ditumbuhi tanaman liar, dengan bagian atas dipenuhi semak dan akar menjalar. Kondisi ini menunjukkan bahwa proyek tersebut sudah lama tidak dilanjutkan pengerjaannya.

Warga setempat mengaku kecewa dengan kondisi tersebut. Mereka berharap adanya pembangunan jembatan yang dapat mempermudah akses transportasi dan mendukung aktivitas ekonomi, terutama bagi masyarakat desa yang bergantung pada jalur darat.

“Sudah lama terbengkalai, padahal dulu katanya mau dibangun jembatan. Sampai sekarang tidak ada kelanjutannya,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Selain merugikan masyarakat, proyek mangkrak ini juga menimbulkan pertanyaan besar terkait pengelolaan anggaran. Dugaan pemborosan keuangan negara pun mencuat, mengingat proyek tersebut tidak kunjung selesai meski anggaran yang digunakan terbilang besar.
Pihak masyarakat meminta pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Mereka juga mendesak adanya transparansi terkait penggunaan anggaran serta pertanggungjawaban dari pihak pelaksana proyek.

Jika terbukti terjadi penyimpangan, maka hal ini dapat mengarah pada pelanggaran hukum, seperti yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 junto Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, khususnya terkait penyalahgunaan wewenang dan kerugian keuangan negara.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai alasan mangkraknya proyek tersebut. Masyarakat berharap agar pembangunan dapat dilanjutkan atau setidaknya ada kejelasan atas nasib proyek yang telah lama terbengkalai ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolres Pimpin Langsung Penertiban Arena Sabung Ayam di Desa Keranji, Fasilitas Dibongkar dan Dibakar
Sinergi Media dan Pemerintah Daerah, Awak Media Kompas 1ID Bertemu Kepala Dinas Kabupaten Kapuas Hulu
SEMANGAT PENDIDIKAN DI SDN NEGERI 5 LANDAU BADAI
Saya, Didy, bersama Reko Saputra dan seluruh keluarga besar Sanjaya Grup mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Miris! Kondisi SD Negeri 06 Nanga Nuar Memprihatinkan, Siswa Tetap Semangat Belajar di Tengah Keterbatasan
Serah terima Hadiah dan Piala lomba karaoke serta Fashion show Busana Muslim
Sudah 2 Tahun Tower Telekomunikasi Daerah Perbatasan Mati Tida Bisa Digunakan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:26 WIB

Kapolres Pimpin Langsung Penertiban Arena Sabung Ayam di Desa Keranji, Fasilitas Dibongkar dan Dibakar

Senin, 30 Maret 2026 - 00:47 WIB

Pembangunan Jembatan di Desa Landau Badai Mangkrak Diduga Telan Anggraran Miliaran Rupiah

Senin, 30 Maret 2026 - 00:32 WIB

Sinergi Media dan Pemerintah Daerah, Awak Media Kompas 1ID Bertemu Kepala Dinas Kabupaten Kapuas Hulu

Minggu, 29 Maret 2026 - 04:55 WIB

SEMANGAT PENDIDIKAN DI SDN NEGERI 5 LANDAU BADAI

Sabtu, 28 Maret 2026 - 15:00 WIB

Saya, Didy, bersama Reko Saputra dan seluruh keluarga besar Sanjaya Grup mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Berita Terbaru

Berita

Menembak Begal*

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:12 WIB