Sinergi Simultan Pusat dan Daerah Targetkan Elimasi TB Tuntas tahun 2030

- Penulis

Selasa, 10 Maret 2026 - 12:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAB BANDUNG Kompas1.id
Pemerintah berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat melalui program cek kesehatan gratis. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk mewujudkan target Indonesia Sehat “Zero Kasus TB” di masa depan.

Untuk mendukung program tersebut, pemerintah kini tengah mempercepat pendistribusian alat kesehatan (alkes) ke berbagai daerah. Salah satu perangkat utama yang dikirimkan adalah alat rontgen, yang saat ini sudah mulai menjangkau puskesmas di tingkat provinsi, ungkap Wakil Mentri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Oktavianus,SP. P(K), saat kunjungannya bersama Wamendagri di Kabupaten Bandung meninjau penanganan penyakit tuberkulosis atau Eliminasi kasus TB di puskesmas Soreang, Selasa (10/3/2026).

Menurutnya Provinsi dengan jumlah penduduk besar menjadi prioritas utama dalam pendistribusian tahap awal ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ada beberapa daerah yang menjadi pendistribusian alat bantuan kesehatan, seperti untuk Darah
Jawa Barat telah menerima 48 unit alat rontgen, dengan rencana penambahan sebanyak 50 unit lagi.
Adapun untuk Darah Jawa Tengah & Jawa Timur menjadi target distribusi selanjutnya mengingat tingginya populasi di wilayah tersebut, ungkap Wamenkes

Baca Juga:  Diduga Tanpa Papan Informasi, Proyek Draenase Saluran irigasi BBWS Di Desa Cikoneng Disorot Publik

Lebih lanjut disampaikan Wamenkes, dalam meningkatkan kapasitas pemeriksaan,
Pentingnya kecukupan alat kesehatan ini disoroti melalui simulasi beban kerja di lapangan. Sebagai contoh dikatakan Wamenkes, di Kabupaten Bandung, terdapat sekitar 75.000 orang yang perlu menjalani pemeriksaan, katanya.

Dirinya menegaskan, bahwa satu unit alat saja tidak akan cukup untuk melayani jumlah warga sebanyak itu. Berdasarkan perhitungan teknis, setidaknya dibutuhkan minimal lima unit alat di wilayah tersebut agar proses pemeriksaan dapat berjalan efektif dan selesai tepat waktu.

” Dengan kelengkapan fasilitas di puskesmas, diharapkan masyarakat tidak lagi menemui kendala saat ingin melakukan deteksi dini kesehatan secara cuma-cuma,” ujar Wamen Benjamin

Andri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rumah Sakit Maranatha Grand Re-Opening Poliklinik Excekutive Komitmen Pelayanan Tanpa Diskriminasi untuk Seluruh Masyarakat
Sudut Tenang di Balik Cahaya Layar
Tubuh sebagai Kunci: Di Balik Janji Efisiensi Implan NFC dan Ancaman Privasi
PERSIB Bertahan di Bawah Tekanan, Bojan Hodak Soroti Titik
Dubai Mendadak Sunyi, Eksodus ‘Crazy Rich’ ke Bali Meningkat Pasca-Eskalasi Konflik
*Ali Syakieb: Pendidikan Berkualitas adalah Hak Semua Anak Indonesia*
Badai Plastik 2026: Ketika “Emas Transparan” Mengguncang Meja Makan hingga Manufaktur
*BPN Kabupaten Bandung Gelar Konsolidasi Bagian Roya, Perkuat Sinergi dengan Korsub Baru*
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 03:55 WIB

Rumah Sakit Maranatha Grand Re-Opening Poliklinik Excekutive Komitmen Pelayanan Tanpa Diskriminasi untuk Seluruh Masyarakat

Minggu, 19 April 2026 - 09:01 WIB

Sudut Tenang di Balik Cahaya Layar

Senin, 13 April 2026 - 03:05 WIB

Tubuh sebagai Kunci: Di Balik Janji Efisiensi Implan NFC dan Ancaman Privasi

Senin, 13 April 2026 - 02:04 WIB

PERSIB Bertahan di Bawah Tekanan, Bojan Hodak Soroti Titik

Sabtu, 4 April 2026 - 07:57 WIB

Dubai Mendadak Sunyi, Eksodus ‘Crazy Rich’ ke Bali Meningkat Pasca-Eskalasi Konflik

Berita Terbaru

Uncategorized

Seperti Binatang Bahkan Lebih Sesat

Kamis, 25 Jun 2026 - 02:04 WIB