Ramadan: Gorengan di Garis Terdepan, Es Cendol Tetap Setia Menemani

- Penulis

Sabtu, 28 Februari 2026 - 08:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.id ||  Ramadan selalu menghadirkan suasana yang berbeda di setiap sudut jalan. Menjelang waktu berbuka, aktivitas masyarakat perlahan berubah menjadi lebih hangat dan penuh antusias. Jalanan yang semula sepi mulai ramai oleh orang-orang yang berburu hidangan berbuka, sementara aroma makanan khas Ramadan tercium, menciptakan nuansa yang hanya hadir setahun sekali.

Di antara berbagai pilihan takjil, gorengan selalu berada di garis terdepan. Pisang goreng yang renyah, bala-bala yang gurih, tahu isi yang hangat, hingga risoles yang lembut seakan menjadi menu wajib saat azan magrib hampir berkumandang. Kehadirannya sederhana, namun mampu menghadirkan rasa nyaman dan kebersamaan bagi siapa saja.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gorengan bukan sekadar makanan pembuka puasa, melainkan simbol kebiasaan yang telah melekat dalam kehidupan masyarakat. Dari anak-anak hingga orang tua, semua memiliki kenangan tersendiri tentang menikmati gorengan hangat setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Setiap gigitan terasa seperti hadiah kecil setelah perjuangan berpuasa.

Di balik kehangatan gorengan, hadir minuman yang tak pernah kehilangan tempat di hati masyarakat: es cendol. Perpaduan gula merah yang manis, santan yang gurih, serta butiran cendol yang lembut menghadirkan kesegaran yang langsung menghapus rasa haus. Dingin dan manisnya menjadi pelengkap sempurna lidah saat berbuka.

Baca Juga:  Aksi tidak terpuji di Tunjukan Siswa SMAN di Purwakarta Viral di Media Sosial

Es cendol bukan hanya pelepas dahaga, tetapi juga bagian dari tradisi kuliner Ramadan yang terus bertahan dari generasi ke generasi hinga saat ini. Banyak orang rela berhenti sejenak di pinggiran jalan demi menikmati segelas kesegaran yang membawa rasa nostalgia masa kecil dan kebersamaan keluarga.

Perpaduan gorengan dan es cendol menghadirkan harmoni rasa yang sederhana namun bermakna. Dari lapak pedagang kaki lima hingga meja makan di rumah, keduanya selalu hadir sebagai pasangan setia yang menyatukan cerita, tawa, dan rasa syukur di waktu berbuka puasa.

Pada akhirnya, Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang merayakan kebersamaan dalam hal-hal sederhana. Gorengan di garis terdepan dan es cendol yang setia menemani menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sering kali hadir dari tradisi kecil yang terus dirawat setiap tahunnya.(Red)

Satu tanggapan untuk “Ramadan: Gorengan di Garis Terdepan, Es Cendol Tetap Setia Menemani”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT
Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage
Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”
Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan
Perkuat Pembangunan Desa, Pemdes Tenjolaya Gandeng Unpas
Semarak HUT TNI ke-81, TNI-Polri dan Komunitas Bersatu Gelar Touring, Karya Bakti dan Bakti Sosial di Goa Seplawan
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 01:50 WIB

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT

Sabtu, 26 September 2026 - 12:38 WIB

Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an

Sabtu, 26 September 2026 - 11:21 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage

Sabtu, 26 September 2026 - 11:13 WIB

Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat

Sabtu, 26 September 2026 - 10:05 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”

Berita Terbaru