Kebersamaan yang Menguatkan dalam Barisan Sholat Tarawih

Berita64 Dilihat

KOMPAS1.id || Di malam bulan suci Ramadan, lantunan takbir berkumandang merdu hingga ke setiap sudut, mengundang umat Muslim untuk berkumpul dalam harmoni dan kekhusyukan.

Barisan jamaah laki-laki berdiri rapi dan tertib. Meski mengenakan pakaian dengan warna dan corak yang beragam, mereka menyatu dalam satu tujuan, menghadap kiblat dengan hati yang khusyuk.

banner 336x280

Kedekatan itu bukan hanya tampak dari rapatnya saf barisan yang tersusun, tetapi juga terasa dalam kesatuan niat—mendekatkan diri kepada Sang Pencipta Yang Maha Esa.

Dalam setiap doa yang dipanjatkan, tersemat harapan-harapan akan kebaikan bersama; untuk diri sendiri, keluarga, umat, hingga seluruh alam. Kebersamaan inilah yang menjadi ruh ibadah sesungguhnya, menjadikan sholat Tarawih bukan sekadar ibadah pribadi, melainkan momentum mempererat ukhuwah.

Di bawah naungan atap masjid, semua berdiri dalam kedudukan yang sama. Tidak ada perbedaan antara kaya dan miskin, tua dan muda. Sebab di hadapan Allah, kemuliaan seseorang diukur dari ketakwaannya.

Setiap gerakan rukuk, sujud, dan berdiri yang dilakukan bersama menjadi bukti bahwa dalam iman, kita adalah satu komunitas besar—saling menguatkan, saling mendoakan, dan saling menyemangati.(Red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *