AMPAS SOROTI DUGAAN DAGING MEUGANG BUSUK: SIAPA DIUNTUNGKAN DALAM PENGADAAN? ‎

- Penulis

Rabu, 18 Februari 2026 - 04:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Singkil kompas1.id –
Aliansi Muda Penggerak Aceh Singkil (AMPAS) melalui Sekjen Budi Harjo melontarkan kritik keras atas dugaan pembagian daging sapi Meugang yang sudah berbau busuk kepada sebagian warga Desa Kampung Baru, Kecamatan Singkil Utara, menjelang Ramadhan.

‎Menurut AMPAS, persoalan ini bukan sekadar soal daging tidak layak konsumsi, tetapi menyangkut transparansi dan integritas dalam proses pengadaan.
‎“Pertanyaannya sekarang, siapa yang diuntungkan dalam pengadaan daging ini? Apakah kualitas dikorbankan demi mengejar harga murah atau keuntungan tertentu?” tegas Budi Harjo.

AMPAS menduga ada indikasi kelalaian serius, bahkan potensi permainan dalam proses pengadaan dan distribusi. Jika daging sudah dalam kondisi tidak segar saat diterima warga, maka patut dipertanyakan:

‎Siapa rekanan atau pihak penyedia daging?

‎Bagaimana mekanisme penunjukannya?
‎Apakah ada proses seleksi dan standar kualitas yang jelas?

‎Siapa yang melakukan pengawasan sebelum daging dibagikan?

‎“Jangan sampai bantuan untuk rakyat justru menjadi ajang mencari untung oleh oknum tertentu. Ini menyangkut kesehatan masyarakat,” lanjutnya.

‎AMPAS mendesak pemerintah daerah dan instansi teknis terkait untuk:
‎Membuka secara transparan nama penyedia atau pihak pengadaan daging.
‎Mengumumkan nilai anggaran dan mekanisme pengadaan ke publik.
‎Melakukan audit menyeluruh terhadap proses distribusi.

‎Memberikan sanksi tegas jika ditemukan unsur kelalaian atau penyimpangan.
‎Budi Harjo menegaskan, jika persoalan ini tidak ditangani secara terbuka dan tegas, maka akan muncul kecurigaan publik bahwa ada pihak-pihak tertentu yang bermain di balik bantuan Meugang tersebut.
‎“Tradisi Meugang adalah simbol kebersamaan dan keberkahan menyambut Ramadhan. Jangan nodai dengan dugaan permainan pengadaan,” tutupnya.

‎Reporter Sabri

Baca Juga:  FORMAS Soroti Pengangkatan Ketua MPK Bukti Nepotisme Menggurita di Aceh Singkil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026: Disdikbud Aceh Singkil Instruksikan Upacara Serentak di Sekolah
HUT ke-27 Aceh Singkil, SWI Desak Pemda Prioritaskan UMKM dan Ekonomi Kreatif
Kondisi Lampu Jembatan Penghubung Dari Aceh Singkil Ke Aceh Selatan Penerangnya Gelap
Sazqia Amanda Tuntaskan Setoran 30 Juz dalam 24 Jam, Catat Rekor Tahfiz di Aceh Singkil
‎Kondisi Halaman UPTD SPF SD Takal Pasir di Kabupaten Aceh Singkil Menuai Kritik
‎Kembali Menjadi Sorotan Pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Singkil Tahun 2026
‎Mediasi Memanas, Gemuka Kecewa Pemkab Aceh Singkil Tak Berikan Jaminan Tertulis Pendataan Ulang Jadup
‎Resmi Beroperasi Dapur SPPG Permata Harapan Madani Siap Perkuat Program MBG di Aceh Singkil
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 05:08 WIB

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026: Disdikbud Aceh Singkil Instruksikan Upacara Serentak di Sekolah

Minggu, 26 April 2026 - 11:16 WIB

HUT ke-27 Aceh Singkil, SWI Desak Pemda Prioritaskan UMKM dan Ekonomi Kreatif

Kamis, 23 April 2026 - 11:40 WIB

Kondisi Lampu Jembatan Penghubung Dari Aceh Singkil Ke Aceh Selatan Penerangnya Gelap

Selasa, 21 April 2026 - 15:41 WIB

Sazqia Amanda Tuntaskan Setoran 30 Juz dalam 24 Jam, Catat Rekor Tahfiz di Aceh Singkil

Jumat, 3 April 2026 - 03:07 WIB

‎Kondisi Halaman UPTD SPF SD Takal Pasir di Kabupaten Aceh Singkil Menuai Kritik

Berita Terbaru

Berita

Menembak Begal*

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:12 WIB