Pengerjaan Kabel Atas ke Kabel Bawah Dinilai Sangat Merugikan Masyarakat ( Semerawut )

- Penulis

Selasa, 10 Februari 2026 - 00:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung Kompas1.id
Pengerjaan pemindahan kabel udara menjadi kabel bawah tanah dinilai sangat merugikan masyarakat. Pasalnya, kegiatan penggalian yang dilakukan di badan jalan justru menimbulkan kemacetan parah, terutama pada jam-jam sibuk pagi hari selasa (10/02/2026)

Pantauan di lapangan menunjukkan, arus lalu lintas menjadi tersendat akibat sebagian badan jalan tertutup material galian. Kendaraan roda dua maupun roda empat terpaksa melambat, bahkan mengantre panjang, sehingga mengganggu aktivitas warga yang hendak berangkat bekerja, ke sekolah, maupun menjalankan usaha.
Sejumlah pengguna jalan mengeluhkan tidak adanya pengaturan lalu lintas yang memadai di lokasi pengerjaan. Minimnya rambu peringatan serta petugas di lapangan memperparah kondisi kemacetan dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Baca Juga:  BPBD Kota Bandung gelar Gladi Tangkas Petugas Penanggulangan Bencana siap menghadapi ancaman dampak Sesar Lembang

Warga menilai, proyek yang seharusnya bertujuan untuk menata kota dan meningkatkan estetika lingkungan justru berdampak sebaliknya karena pelaksanaannya tidak memperhatikan kepentingan publik. Mereka berharap ada evaluasi serius agar pengerjaan dilakukan lebih tertib, terencana, dan tidak mengorbankan kenyamanan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi maupun tanggapan dari pihak Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) terkait keluhan dan dampak yang dirasakan masyarakat akibat pengerjaan tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

ilham PIKOLO
Kaperwil Jawa Barat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rumah Sakit Maranatha Grand Re-Opening Poliklinik Excekutive Komitmen Pelayanan Tanpa Diskriminasi untuk Seluruh Masyarakat
Sudut Tenang di Balik Cahaya Layar
Tubuh sebagai Kunci: Di Balik Janji Efisiensi Implan NFC dan Ancaman Privasi
PERSIB Bertahan di Bawah Tekanan, Bojan Hodak Soroti Titik
Dubai Mendadak Sunyi, Eksodus ‘Crazy Rich’ ke Bali Meningkat Pasca-Eskalasi Konflik
*Ali Syakieb: Pendidikan Berkualitas adalah Hak Semua Anak Indonesia*
Badai Plastik 2026: Ketika “Emas Transparan” Mengguncang Meja Makan hingga Manufaktur
*BPN Kabupaten Bandung Gelar Konsolidasi Bagian Roya, Perkuat Sinergi dengan Korsub Baru*
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 03:55 WIB

Rumah Sakit Maranatha Grand Re-Opening Poliklinik Excekutive Komitmen Pelayanan Tanpa Diskriminasi untuk Seluruh Masyarakat

Minggu, 19 April 2026 - 09:01 WIB

Sudut Tenang di Balik Cahaya Layar

Senin, 13 April 2026 - 03:05 WIB

Tubuh sebagai Kunci: Di Balik Janji Efisiensi Implan NFC dan Ancaman Privasi

Senin, 13 April 2026 - 02:04 WIB

PERSIB Bertahan di Bawah Tekanan, Bojan Hodak Soroti Titik

Sabtu, 4 April 2026 - 07:57 WIB

Dubai Mendadak Sunyi, Eksodus ‘Crazy Rich’ ke Bali Meningkat Pasca-Eskalasi Konflik

Berita Terbaru