Dewam Perwakilan Rakyat Kabupaten DPRK Aceh Singkil Berubah Menjadi Lautan Amarah

- Penulis

Senin, 9 Februari 2026 - 08:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎Aceh Singkil kompas1.id
Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Singkil mendadak berubah menjadi lautan amarah pada Senin (9/2/2026).


‎Ratusan massa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa, pemuda, hingga kaum ibu merangsek maju, mengubah gedung wakil rakyat tersebut menjadi panggung “pengadilan publik” bagi Pemerintah Daerah yang dinilai telah kehilangan empati.

‎Bukan sekadar seremoni jalanan, aksi ini adalah ledakan akumulasi kekecewaan atas birokrasi yang dianggap “mencla-mencle” dan tidak konsisten dalam menjalankan tugas pokoknya sebagai pengelola pembangunan.

‎Koordinator Lapangan (Korlap), M. Yunus, tampil membakar semangat massa dengan orasi yang menghujam jantung kekuasaan.


‎”Pemerintah daerah telah gagal! Mereka tidak tegas menertibkan kawasan hutan dan abai terhadap perlindungan lingkungan. Ketidakmampuan ini adalah ‘karpet merah’ bagi kerusakan alam yang kini mencekik kehidupan masyarakat!” teriak Yunus di hadapan para anggota dewan.

‎Salah satu tuntutan paling tajam yang disuarakan adalah dugaan “gelapnya” pengelolaan Dana Bantuan Presiden (Banpres) senilai Rp 4 miliar. Mahasiswa secara spesifik menyoroti alokasi di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Singkil sebesar Rp1,7 miliar yang hingga kini rimbanya tidak jelas.


‎Hingga orasi diteriakkan, transparansi penggunaan anggaran tersebut dinilai nol besar. Mahasiswa mendesak pemerintah segera membuka data ke publik sebelum mosi tidak percaya rakyat berubah menjadi gelombang yang lebih besar.

‎Suasana semakin memanas saat massa menyoroti rencana pengadaan mobil dinas baru. Kebijakan ini dianggap sebagai tamparan keras bagi nalar publik. Di tengah masyarakat yang masih tertatih membasuh luka pascabencana, pemerintah justru sibuk “bersolek” dengan fasilitas mewah.


‎“Ini bukan sekadar salah urus, ini penghinaan terhadap empati! Rakyat menderita, mereka justru minta mobil baru. Kebijakan ini benar-benar menambah luka rakyat!” tegas Yunus disambut riuh dukungan massa.

‎Menambah kekuatan aksi, barisan ibu-ibu (emak-emak) turut ambil bagian dengan suara lantang. Mereka menagih hak atas kebun plasma dari para pemegang Hak Guna Usaha (HGU) di Aceh Singkil. Mereka mendesak agar regulasi tidak hanya menjadi “macan kertas”, tetapi harus dipaksakan kepada perusahaan demi perut rakyat yang lapar.


‎Meski berakhir damai, aksi ini membawa pesan peringatan yang sangat serius. Massa menuntut tiga perubahan fundamental:

‎1.Transparansi anggaran yang tidak bisa ditawar.

‎2.Pembatalan segera pengadaan fasilitas mobil dinas yang tidak mendesak.


‎3.Ketegasan hukum terhadap perusak lingkungan serta realisasi nyata kebun plasma bagi warga.

‎Aceh Singkil hari ini sedang tidak baik-baik saja. Jika aspirasi ini hanya dianggap angin lalu, bukan tidak mungkin “kursi empuk” di kantor pemerintahan akan diguncang oleh gelombang massa yang jauh lebih besar dalam waktu dekat.

‎Reporter Sabri

Baca Juga:  Bupati Aceh Singkil Pimpin Rapat Pembentukan Panitia Hari Jadi Ke-27 Kabupaten Aceh Singkil Tahun 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026: Disdikbud Aceh Singkil Instruksikan Upacara Serentak di Sekolah
HUT ke-27 Aceh Singkil, SWI Desak Pemda Prioritaskan UMKM dan Ekonomi Kreatif
Kondisi Lampu Jembatan Penghubung Dari Aceh Singkil Ke Aceh Selatan Penerangnya Gelap
Sazqia Amanda Tuntaskan Setoran 30 Juz dalam 24 Jam, Catat Rekor Tahfiz di Aceh Singkil
‎Kondisi Halaman UPTD SPF SD Takal Pasir di Kabupaten Aceh Singkil Menuai Kritik
‎Kembali Menjadi Sorotan Pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Singkil Tahun 2026
‎Mediasi Memanas, Gemuka Kecewa Pemkab Aceh Singkil Tak Berikan Jaminan Tertulis Pendataan Ulang Jadup
‎Resmi Beroperasi Dapur SPPG Permata Harapan Madani Siap Perkuat Program MBG di Aceh Singkil
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 05:08 WIB

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026: Disdikbud Aceh Singkil Instruksikan Upacara Serentak di Sekolah

Minggu, 26 April 2026 - 11:16 WIB

HUT ke-27 Aceh Singkil, SWI Desak Pemda Prioritaskan UMKM dan Ekonomi Kreatif

Kamis, 23 April 2026 - 11:40 WIB

Kondisi Lampu Jembatan Penghubung Dari Aceh Singkil Ke Aceh Selatan Penerangnya Gelap

Selasa, 21 April 2026 - 15:41 WIB

Sazqia Amanda Tuntaskan Setoran 30 Juz dalam 24 Jam, Catat Rekor Tahfiz di Aceh Singkil

Jumat, 3 April 2026 - 03:07 WIB

‎Kondisi Halaman UPTD SPF SD Takal Pasir di Kabupaten Aceh Singkil Menuai Kritik

Berita Terbaru