Kompas1.id || Kesibukan tugas militer ternyata bukan alasan untuk menjauh dari Al-Qur’an. Hal itu dibuktikan oleh Serda Riskin, prajurit TNI yang berhasil menginspirasi publik lewat penampilannya di ajang Hafiz Indonesia.
Berasal dari lingkungan pesantren, Serda Riskin menunjukkan bahwa disiplin seorang prajurit bisa berjalan seiring dengan keteguhan menjaga hafalan Al-Qur’an.
Di tengah padatnya agenda kedinasan, ia tetap istiqamah mempertahankan 10 juz hafalan yang telah ia bangun sejak usia sekolah dasar.
Momen paling menyentuh terjadi saat Serda Riskin melantunkan Surah Ali-Imran bersama Syekh Husein Jaber. Lantunan ayat suci yang mengalir tenang dan penuh penghayatan itu sukses membuat suasana studio hening, bahkan menghadirkan rasa haru bagi para juri dan penonton.
Dengan penuh kerendahan hati, ia mengungkapkan bahwa konsistensi adalah kunci. “Alhamdulillah, hafalan dasarnya sudah sejak SD. Sekarang, di sela-sela tugas sebagai tentara, saya terus menyempatkan diri untuk murajaah,” tuturnya.
Menariknya, Serda Riskin bukan satu-satunya prajurit yang tampil. Tercatat enam personel TNI lainnya juga ikut berkompetisi, termasuk Letkol Wayan Arta yang merupakan hafiz 5 juz.
Kehadiran mereka menjadi bukti nyata bahwa prajurit TNI tidak hanya kuat menjaga kedaulatan negara, tetapi juga kokoh dalam menjaga nilai-nilai spiritual.
Kisah ini menjadi gambaran ideal tentang sosok generasi muda Indonesia: disiplin, berprestasi, religius, dan mengabdi untuk bangsa. Masya Allah, kombinasi langka yang bikin bangga imdonesia.(Red)










